Epri's posts with tag: tips

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag tips
Blog EntryDiksi Dalam Puisi Jun 18, '07 4:42 AM
for everyone

Dalam sebuah mils ada yang bertanya kepada saya soal diksi dalam puisi :

Kalo tips bikin puisi gimana bang Epri?
Seingatku, aku pernah sampe merinding baca puisimu yang tentang anak
waktu itu. Yang kau tinggal mulu. Hehehe...

salam,
In......

----------------------------

Saya sendiri bukannya ahli dalam menulis puisi tapi saya coba jawab seperti ini,
semoga bermanfaat :

======
JAWAB
======


Sebetulnya hampir sama,
cuma bedanya kalau dalam genre Cerpen dan Novel, diksi kadang lebih
membuat pengembangan kata. Dalam puisi sebaliknya.

Kata-kata sedemikian dipilih, dicermati dan dibuat sepadat dan
seefektif mungkin. Agar menghasilkan imaji yang optimal dan
suasana tertentu yang ingin diciptakan.

Bagi sebagian penulis ini menjadi lebih sulit kelihatannya, tapi pada
hakekatnya seluruh proses kreatif punya alur sama. Selalu ada proses
dan butuh waktu. Yang paling penting adalah ketelatenan kita untuk
terus 'mendaki', banyak membaca dan terus mencoba.

Selebihnya tak ada kerja keras yang tak membuahkan hasil. Meskipun
gagal sekalipun!. Karena dalam kegagalan ada banyak pelajaran manis
yang siap direguk.

Terakhir, waktu kopi darat panitia. Pak Moderator pemilik Mils ini
memberi tips menulis walaupun kita sedang lelah sekali dan buntu.
Untuk soal ini saya mungkin agak berbeda dengan beliau. Bila kita
lelah dan ngantuk, saya lebih suka tidur dulu dan kemudian bangun
dalam keadaan lebih segar dan biasanya saya malah sangat lancar
menulis. Saya ingat pesan guru saya badan juga ada haknya, mata salah
satu haknya adalah tidur dan melihat kebaikan.

Tapi ini cuma pengalaman saya saja. Setiap orang punya momen sendiri
dalam menulis. Karena tak jarang juga dulu saya sering tak bisa tidur
kalau sedang menulis. Dan sekarang saya lebih memilih menikmati hidup
sambil tentu tetap menulis setiap hari. Ini cuma diskusi saja ya.
Semoga bermanfaat.


Salam Kreatif


Epri Tsaqib
http://epriabdurrahman.multiply.com
www.apresiasipuisi.multiply.com


Sahabat-sahabat,

Berikut ini ada tanya jawab soal menulis yang mungkin berguna buat rekan-rekan. Semoga bermanfaat.

Salam kreatif

Epri Tsaqib

--------------------------------------------------------------------------------

=============

PERTANYAAN

=============

Assalamualaikum,
Mas-mas yang baik saya mau nanya. Dulu saya suka nulis, tapi karena sekarang lagi sibuk kerja jadi “malas” menulis. Yang saya tanyakan adalah, adakah porsi waktu yang tepat menulis perhari itu berapa lama? Yang kedua, sejauh mana diksi berperan dalam penulisan fiksi? Bagaimana cara memperbaiki diksi dala tulisan fiksi? Terima kasih.

Pengirim: Bayu Adhitya N (22 tahun)

============
JAWABAN
============

Waalaikumsalam
Bayu yang baik,

Masalah porsi waktu, saya kira itu sangat relatif ya. Sebab tiap penulis pasti menghadapi kondisi yang berbeda-beda. Jika Anda ingin jadi penulis sukses, saya kira kesibukan bukanlah alasan yang tepat untuk berhenti menulis.

Hampir semua penulis ngetop adalah orang-orang yang sibuk lho. Tapi mereka selalu menyempatkan diri menulis di sela-sela kesibukan mereka. Inti dari masalah ini adalah motivasi. Jika motivasi sudah kuat, maka kita akan berjuang mati-matian, mencoba berbagai macam cara agar kita tetap punya waktu untuk menulis, walau kesibukan sangat padat.

Diksi atau pemilihan kata tentu saja sangat penting dalam karya fiksi (Cerita anak-anak merupakan pengecualian, ya. Sebab cerita anak biasanya lebih mementingkan isi cerita, sedangkan gaya bahasanya yang standar saja).

Dalam karya fiksi atau sastra, yang penting bukan hanya isi ceritanya, namun hal-hal lain juga ikut berperan agar karya tersebut menjadi bacaan yang enak dibaca. Kreativitas dalam memilih diksi merupakan salah satu kunci agar tulisan fiksi kita menjadi menarik dan “renyah” untuk dibaca.

Sebagai gambaran, coba bandingkan kedua penggalan paragraf berikut.

         ------------------------------------------------------------------------

Paragraf 1:

Ayah tak pernah lagi memerhatikanku. Dia terlalu sibuk dengan pekerjaan kantornya.Tak ada lagi sisa waktunya untuku. Padahal aku adalah anaknya satu-satunya.

------------------------------------------------------------------------

Paragraf 2:

Bagi ayah, mungkin aku bukan seseorang yang berharga. Aku tersisih, dikalahkan oleh rutinitas pekerjaan kantor ayah yang tak pernah berakhir. Dia sudah tak punya waktu untuk sekadar tersenyum manis padaku, atau bertanya kenapa hari ini wajahku sangat murung.

------------------------------------------------------------------------

Jangan bandingkan jumlah kalimatnya. Tapi coba simak, contoh kalimat mana yang lebih enak dbaca?

Kedua paragraf di atas sebenarnya punya makna yang sama. Tapi pemilihan diksi secara kreatif pada contoh 2 menjadikannya sebagai bacaan yang lebih enak dibaca, tidak membosankan.

Bagaimana cara memperbaiki diksi pada tulisan kita? Saya kira, intinya hanyalah pada latihan yang terus-menerus, jangan pernah menyerah. Sering-seringlah membaca buku-buku sastra yang berkualitas. Sebab buku-buku yang kita baca akan banyak berperan dalam kepiawaian kita dalam merangkai kata.

Semoga sukses, ya….

Jonru

www.penulislepas.com


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.