Epri's posts with tag: puisi

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag puisi
Blog EntryPuisi Saya di Majalah Budaya GONG Jun 5, '08 3:45 AM
for everyone
    Saya bersyukur sebuah sms membawa pesan menyenangkan dari majalah budaya GONG yang pertama kali saya kenal ketika mengikuti The 1st International Poetry Gathering di Medan tahun lalu.

Saya salut sama majalah GONG, selama ini kalau karya-karya saya dimuat di media massa hampir tidak pernah ada redaksinya yang memberi kabar ke saya sebagai penulis. Biasanya seorang kawan memberitahu via sms atau kalau tidak saya sendiri yang tahu setelah karya tersebut dimuat. Tapi Majalah Gong tidak, mereka membuktikan dirinya profesional dan menghargai betul para penulis.

Sebuah langkah sederhana yang patut dicontoh media-media massa lainnya untuk lebih menghargai para penulis. Terimakasih majalah GONG. Sukses untuk kalian ya.


Epri Tsaqib
Penyair

----------------


Berlari


aku berlari pada puisi
lalu kami saling mengurai nyeri
dan begitu sibuk mengumpulkan airmata


Epri Tsaqib 2003-2006




Perjalanan Celanadalam


: HAH

Setelah berkelana kesana-kemari
celanadalam itu merasa lelah,
ia begitu rindu ingin pulang

"memang apa yang begitu ingin
 kau lakukan begitu sampai di rumah?"
tanya celanadalam lain yang juga
merasa hampa dengan kesepiannya

: aku ingin memeluk erat rasa malu


Epri Tsaqib, 2007



Blog EntryJamaahMay 5, '08 10:04 PM
for everyone

 

Jamaah


sungguh,
aku rela
meski hanya
jadi sebutir pasir

yang melengkapi pantai biru perawan
di langit cerah, dengan nyiur melambai
dan deburan merdu laut, dalam sebuah potret

aku rela
meski hanya
jadi sebutir pasir
di pemandangan indah itu

: sungguh

Epri Tsaqib, 1997 - 2007

Dimuat di majalah An Nida, Mei 2008

Pic taken From http://farm2.static.flickr.com

Saya menerima wesel dari majalah ini, jumlahnya tidak seberapa memang tapi mendapatkan lembaran wesel jadi ingat zaman dulu banget kalau habis menulis dimuat dan dapat honor hehehe...Secara tahu sendiri kan hari gini biasanya orang senangnya model transfer. Btw, tks ya AnNida.


Blog EntryGerimisApr 10, '08 6:27 AM
for everyone

Gerimis*

 

mungkin setiap tetesmu
adalah puisi

katakata ritmis
yang berjatuhan dari langit

membawa pesan rindu

                               Epri Tsaqib  

*dimuat di harian Seputar Indonesia

**pic, sumber belum berhasil ditemukan, terimakasih buat fotografernya, karya anda indah :)

                                  

 


Blog EntryKematian [Puisi Saya di Koran Seputar Indonesia]Mar 2, '08 11:39 PM
for everyone


Beberapa puisi saya dimuat di Harian Seputar Indonesia [Sindo] pada hari Minggu, 2 Maret 2008 kemarin. Ini saya posting salah satunya ya. Kalau penasaran sama yang lainnya, silahkan saja beli korannya hehehe...[sekali-kali bantuin media massa yang sudah muat karya saya :)]

Selamat menikmati ya ...

Epri Tsaqib

 

---------------------------------------

Kematian

 

Tuhan membuat pelangi
sebagai jembatan

dan Izrail membekaliku sayap
tuk menitinya sampai ke rumahMU

tapi ia segera pamit
di depan jalan tusuk sate itu


Epri Tsaqib

**Pic by Jaroslaw Kukowski - "Angel with broken wing…"


Blog EntryMimpiFeb 11, '08 9:32 PM
for everyone

Mimpi

semalam aku bermimpi
mendaki gunung lagi

    di tengah perjalanan
    aku menemukan sungai
    yang airnya bening sekali

    sebuah kolam besar yang
    begitu menawan diapit
    temboktembok gunung
    yang gagah menjulang

 dan aku segera tak tahan untuk 
 berenangrenang, berlompatan, 
 menyelam dan bermain sepuaspuasnya

                tibatiba saja aku terbangun
                dan anehnya aku hanya 
                teringat satu hal

               : bola matamu yang teduh

sepasang mata indah yang
bisa membuatku tenggelam
karena begitu asyiknya
berenangrenang di situ

               ahh...mimpi yang aneh,
               kenapa aku malah kembali tertawan?


Epri Tsaqib, 2007


Blog EntryMencatat Harihari yang Tanggal Dec 31, '07 3:53 AM
for everyone

 

 

 


Kemana Kau Pergi Saat Kesepian Mencegatmu?

 : ke rumahMU

Terus saja kau tangkap dingin
harihari yang tanggal
sisakan tangistangis
sepersekiannya adalah
sungging ujung bibir
lalu jejak diari yang
tercecer oleh himpitan,
perjalanan, lompatan,
penundaanpenundaan dan
berbaris luka

Untuk apa?


   : sekedar mencatat 
                      sekedar mengurai resahresah
lalu terlempar lagi
        ke kolamkolam hening

Meski Senin dan Minggu selalu berhasil
menyalipmu di tikungan? Dan kau selalu
terengahengah antara Desember dan Januari?

Untuk apa?

               mengungsikan sepi denganMU
            menggarisbawahi tandatanda

                      : izinkan aku terus bertandang Tuan


Epri Tsaqib, 2007

 


Blog EntryE – Book Antologi Puisi Dec 5, '07 9:45 PM
for everyone

 

 

Alhamdulillah, sebuah website sastra di dunia maya belum lama ini menggelar ajang pengumpulan naskah-naskah puisi dari para penyair di tanah air dan dibukukan dalam sebuah naskah elektronik atau yang kita kenal juga dengan istilah e-book.

 

 

 

Di antara nama-nama penyair yang masuk

ada nama saya terselip di situ dengan 5 buah puisi saya di dalam buku tersebut. Rencananya buku elektronik ini juga akan dibukukan (Hard copy) bila ada sponsor

 

yang mau mendukung. Nah bagi anda yang tertarik untuk menjadi sponsor atau menerbitkannya silahkan hubungi saudara Dino melalui email : valdinho74@yahoo.co.uk dan  perangkai_kata@yahoo.com (itu pake underscore atau garis bawah ya) 

 

Karena saya bukan panitia, saya belum tahu apakah buku elektronik itu bisa dibagikan kepada anda atau tidak. Silahkan anda menghubungi redaksi@fordisastra.com untuk konfirmasi.

 

Dan inilah nama-nama sebagian penyair di dalam buku elektronik tersebut :

 

Abdul Mukhid, Angggoro Saronto, Bumi Kelana, Dedy Tri Riyadi, Dian Hartati, Dino F. Umahuk, Doel CP. Alisah, Epri Tsaqib, Gita Pratama, Haris Firdaus, Hasan Aspahani, Hesti Melinda, Inez Dikara, Jibsailz, Kinu Triatmodjo, Kunthi Hastorini, Lubis Gafura, Nanang Suryadi, Ook Nugroho, Pakcik Ahmad, Pradnya Paramita, Rio Gunawan, Setiyo Bardono, TS. Pinang, Pena bulu angsa (Maya), Yohanes Sugianto, dan lain-lain.

 

Oiya judul e-book nya Antologi Puisi Fordisastra ”Kemayaan dan Kenyataan”

 

 

 

www.fordisastra.com

www.komunitaspuisi.multiply.com


Blog EntryKepada PencopetNov 7, '07 3:59 AM
for everyone

Kepada Pencopet

 

1

Padamu,
kutitipkan si hitamku
berikut KTP, STNK,
dan selembar puisi
tentang  matanya

: yang menjajah malammalamku
  tanpa ampun

sungguh teganya
.......
teganya


2

Hei,
Kembalikan jantungku
ke mimpinya!


3

PS : penting

Bisa kau bantu aku
mencopet gemericik
titik air di ruang
sepinya untukku?


Epri Tsaqib, 1999


Blog EntrySajak-sajak Buat Para Cagub DKI Jakarta YthJul 26, '07 10:47 PM
for everyone

 

 

 

 

GUBERNUR SEHATI

 

Jakartaku sedang menunggu dipinang
Penguasa sederhana yang mau macet

----------------------------------------------------


DOA RAKYAT KECIL

 

Preman sudah menumpuk di kota kami
Tolong jangan sampai tambah sepasang lagi!

----------------------------------------------------


KUTUNGGU KAU

 

Hari ini kupingkuping kami
kau paksa menelan bius janjijanji

Awas! sekali ingkar,
tunggulah sembilu laknatlaknat kami
yang terhunus di setiap mimpimu

: hingga hatimu kerontang meranggas

----------------------------------------------------


PANTUN SI OMEN

 

Gubernur yang cemen
bikin banjir permanen


Epri Tsaqib, 2007

 


Blog EntrySila Ke 3 Pancasila *Jul 17, '07 6:46 AM
for everyone

 



Di tengah sayupsayup teriakan
para penggerogot di timur pulaupulau

Indonesia Raya begitu membahana menatap
suluh matahari di stadion utama senayan

"Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya!"
: Ini tanah kita, ini gawang kita

Meski skor 2-1 tak jadi luntur di sumir
senyum wasit yang payah

 

Epri Tsaqib, 2007
*Foto diambil dari official website PSSI www.pssi-futball.com

*Pertandingan tim Indonesia VS Arab Saudi di Piala Asia 2007


Blog EntrySusu Semakin DewasaJul 4, '07 5:20 AM
for everyone

 

Susu Semakin Dewasa

\1\

Susu sekarang sudah semakin dewasa
ia sudah pandai memilih jalannya sendiri
dan tak lagi begitu suka diatur-atur

Bahkan penguasapun dibuatnya berkata
"Itu di luar kami punya kuasa"

Epri Tsaqib, 2007


Blog EntryPuisi -- Rencana Pada 17 Agustus 2007 Jun 20, '07 11:27 PM
for everyone

Puisi -- Rencana Pada 17 Agustus 2007

 

Akan kumenangkan semua lomba makan kerupuk
agar aku lupa harga beras dan minyak goreng

Merdeka!

Epri Tsaqib, Juni 2007

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Diari Pemadat*


Aku dijeratnya hingga ngungun mama
tarikannya menjadikanku budak angkara
ke lubang biawakpun aku rela

Aku dirajamnya tanpa ampun mama
hingga sinar bola mataku melata
kuyu memanggilmu, pilu terbata

Aku angin tanpa daya mama
terseret teriakan badaiku sendiri
menggapaigapai airmatamu

Aku menggelepar di parit hitam mama
semua sampah menimbun ragaku
merintih sendiri di parau doamu

: Perih...Perih sekali mama


Epri Tsaqib, 2007
*Puisi dalam rangka hari bebas narkoba


 


Blog EntryPergiJun 14, '07 11:15 PM
for everyone

Pergi


Aku pergi menulis
kamu lambaikan tangan
bilang,"Selamat jalan,
hatihati ya!"

Padahal aku pergi
ke dalam ruang sepi
hatimu

Suatu saat kalau kau
sudah sadar, kau pasti
akan bilang,"Selamat
datang, kau betah
di sini kan sayang?"


Epri Tsaqib, 2007


Blog EntryCermin Sepi (2,3)Jun 12, '07 10:10 PM
for everyone

 

\2\


Kini aku yang mencoba bercermin
tapi kenapa ada banyak sekali wajah di situ?

Kupandangi satu persatu
Kutatap yang paling aku
tapi kenapa ia selalu saja menagis?

\3\

Aku ingin menghiburnya, bertanya kenapa
dan apakah ia sungguh aku?

Ia kini buyar perlahanlahan
dan menjelma menjadi keranda

Epri Tsaqib, 2007

*Cermin Sepi (1) bisa dilihat di http://epriabdurrahman.multiply.com/journal/item/68


Blog EntryKorban Hujan (Oleh-oleh lagi dari Medan)May 29, '07 11:15 PM
for everyone

Korban Hujan


\1\


aku adalah korban hujan
dengan tetesnya yang gemulai
di bawah sinar lampu jalan
dicacahnya imaji ritmis
di kepalaku hingga puisi
berterbangan

aku adalah korban hujan
kau tusuk-tusuk aku
hingga malamku rusak
teracak tarian kata
yang melata menelaga


\2\

aku makin tahu sekarang
kenapa aku adalah korban hujan

: karena kau adalah airmata suci ibu
  yang dikirimkanNYA untukku

ah...
aku tahu sekarang.

Epri Tsaqib, terjebak hujan di penginapan ; Medan 2007

*pic taken from idletype.com


Menghampirimu*

: Kepada puisi


\1\


Jauh-jauh aku menghampirimu
membacakanmu, merayakanmu

aku tak begitu suka pesta
tapi aku begitu ingin
meninggikanmu
memulyakanmu
bersama orang-orang yang
mencintaimu
atau mulai menaksir kamu
lalu merayumu
dengan berbagai cara
yang mereka fahami

aku menjelajahimu
merengkuhmu

penyair-penyair
tersesat dalam nikmat
menelusurimu


\2\

aku menghampirimu
melukiskanmu
merayakanmu

dalam hangat kepul kopi
hujan meningkahi kita,
kata dan kota

dadaku pasif
diperkosa asap rokok
para penyair

kopi terseruput
satusatu

kisah-kisah mengalir
sederas titisan
sulur air langit

aku tetap di sini
menantimu
melukiskanmu
merayakanmu

dalam rintik hujan
: aku mengapung
dalam sepimu yang hangat


\3\

hujan terus memintaku
menuliskanmu
dalam pesta

aku terus menelusurimu
meski aku tahu
ini jalan berkelok
tak berujung

dan kau tetap memantul
dalam cermin waktu

: menelusuriku

"Hey...ayolah! Tidakkah kau cukup
 memasungku menjadi pecinta yang setia
 dalam galau? Tidakkah kau lihat? Begini
 rupa aku tersesat di fotomu."


Epri Tsaqib, 25 Mei 2007
Taman Budaya Medan

*Foto M. Raudah Jambak dan tim teater dalam gerak dan puisi penampilan yang indah sekali pada puncak acara   pembukaan Pesta Penyair Indonesia 1 di Medan.

 


Blog EntrySurat Untuk Ibu May 23, '07 12:36 AM
for everyone

Surat Untuk Ibu*

dengan semua warna pelangi
ku gores surat untukmu ibu

aku ingin dengan surat ini
kau bisa berikan senyum lembutmu
di hamparan jagat langit malam ini
sebelum aku tertidur

sudah hampir penuh halaman
ku tulis surat ini untuk kupersembahkan
hanya padamu ibu

tapi entah mengapa meski seluruh jengkal
tubuhku bergetar saat menulis,
hanya satu kata yang selalu sama
tertulis di seluruh baris surat ini

: Rindu


Epri Tsaqib 19 Desember 2006
* Dimuat di majalah Annida edisi April 2007

 


Blog EntryPuisi Yoga Sastra Tanpa ManteraMay 21, '07 1:24 AM
for everyone

Puisi Yoga Sastra Tanpa Mantera*

: Sigit Susanto


\1\


Duduk bersila
Ibu jari tangan dan telunjuk bertemu
kosongkan pikiran dan mulai ambil nafas perlahan
meditasi pagi menyibak kerak polusi jiwa tanpa suara


\2\

seluruh sendi meregang
jalan darah mengalir
dalam irama gerak


\3\

mata terpejam
tubuh terbujur
nafas teratur
pelan mengalir

bayangkan...

jari-jari kaki hilang

atur nafas
tetap perlahan

dua pergelangan kaki hilang

atur nafas
tenangkan pikiran

kedua paha hilang
kita terbujur tanpa kaki

nafas pelan mengalir
mata terus terpejam

sekarang tangan kiri hilang
tangan kanan tiada

.........

tinggal tubuh separuh dan kepala

nafas tetap teratur
mata terpejam

pinggang tiada
dada tiada
leher tiada
tinggal kepala

nafas perlahan
mata terpejam

mulut tiada
hidung hilang

perlahan

mata menghilang
kepala lenyap
seluruh tubuh tiada
menyatu bersama
tanah, pohonpohon
langit dan seluruh alam

: kita tiada

terbang sebagai ruh
dalam bayangan bening

Epri Tsaqib, 2007

*sepenuhnya ini hanya gerakan olahraga dan meditasi tanpa mantera-mantera, itu sebabnya saya mau ikut mencoba waktu itu dan itu yang pertama kali. Saya tidak sedang merekomendasikan sesuatu, hanya tulisan catatan perjalanan dalam puisi ^_^.

 


Blog EntryBungaMay 10, '07 11:23 PM
for everyone

\1\


dalam sempitnya waktu yang kau beri

setiap detiknya adalah kenangan cinta

setiap kelopak, garis dan bilah warna

semua terpatri dalam satu kata
 

: Indah

Epri Tsaqib, 2006


Pages:12345
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.