Epri's posts with tag: pernik hidup

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag pernik hidup
Blog EntryTips Biar Tak Gampang StressAug 15, '07 8:00 AM
for everyone

 

Bukan berat Beban yang membuat kita Stress, tetapi
lamanya kita memikul beban tersebut.
Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress,
Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada
para siswanya: "Seberapa berat menurut anda kira segelas
air ini?"

Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr."Ini
bukanlah masalah berat absolutnya, tapi tergantung berapa
lama anda memegangnya." kata Covey.

"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada
masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam, lengan kanan
saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1 hari
penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk
saya.Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya
memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."

"Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun
kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan
meningkat beratnya." lanjut Covey. "Apa yang harus kita
lakukan adalah meletakkan gelas tersebut, istirahat
sejenak sebelum mengangkatnya lagi".
Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik, agar
kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.

Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini,
tinggalkan beban pekerjaan. Jangan bawa pulang. Beban itu
dapat diambil lagi besok. Apapun beban yang ada dipundak
anda hari ini, coba tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah
beristirahat nanti dapat diambil lagi.

Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan
memanfaatkannya. ..!! Hal terindah dan terbaik di dunia
ini tak dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat
dirasakan jauh di relung hati kita.

Start the day with smile and have a good day.


Kalimat itulah yang paling ok buat saya untuk keseluruhan hari ini.

Kalau nurutin emosi sih, mungkin segala rasa jadi campur baur, gemes,marah, kesel, nyolot, pengen teriak ...(gado2 kalah deh) atau semacam pertanyaan-pertanyaan kecil, kok tega banget sih tuh orang, zolim amat sih, kenapa harus saya, kenapa bukan orang lain aja ....tapi dalam hati kecil saya yang lain buat apa? apa gunanya?

Rezeki manusia itu sudah ada YANG MENGATUR, tak akan pernah tertukar.

Rezeki adalah apa yang kita konsumsi, yang ada di tangan kita dan yang kita infaqkan di Jalan Alloh --> baik untuk sesama yang membutuhkan atau untuk berjuang di jalanNYA.

Saya yakin setiap kita 'kehilangan' sesuatu apapun itu, Alloh punya rencana dan ganti yang jauh lebih baik buat kita. Entah dalam waktu dekat, entah nanti, atau kalaupun tidak menjadi tambahan bekal amal sholeh kita saat kita meninggal atau 'menghadap' padaNYA nanti.

Begitulah, sekali lagi saya gak mau nyalahin siapa-siapa, Semua berasal dari Alloh
dan akan kembali kepada Alloh.

Ahh...kejadian tadi siang dan gerimis sore ini membuat saya jadipunya waktu lagi
melongok saat-saat 'jeda'. Sekali lagi saya cuma tersenyum, karena saya jadi yakin
akan mendapat 'sesuatu' yang jauh lebih baik lagi dari Alloh. Betapa Alloh tak akan
pernah luput terhadap Hamba-hambaNYA. amin InsyaAlloh....

Terimakasih Alloh untuk kejadian hari ini.

terimakasih...( terngiang Al-Qur'an Surat Al-Baqoroh ayat 155 s/d 157 )


Epri Tsaqib
*yang sedang diuji & 'insyaAlloh mau dapat yang lebih baik'. amin



Hari Ahad pagi-pagi yang cerah, setelah mandi 2 anak saya segera pakai baju, biasalah mereka berlari kesana-kemari. Kami mau pergi sama-sama hari itu, jadi ritual rutin adalah memandikan, memakaikan baju, sarapan, memakaikan sepatu mereka, siap-siap, baru berangkat ( ribet ya ...? begitulah kalau punya anak, ini aja baru 2 bagaimana kalau 13 ya? pasti seru hehehe ).

Selagi kami siap-siap, tiba-tiba si bungsu berlari ke arah ibunya sambil membawa handuk yang ditutupkan di kepalanya.

"Mi...Yusuf kayak nenek-nenek mi" katanya polos

Kami berdua melihat ke arahnya, lalu berpandangan dan pecahlah tawa kami.
Dasar anak-anak, pagi-pagi udah garing. Sekalian saja deh saya photo Yusuf dan Tsaqib kakaknya. Alhamdulillah lumayan narsis juga mereka. Silahkan saja dilihat gayanya di bawah ini. :)

Salam Sayang


Keluarga Kecil Epri Tsaqib

Category:Other
terima kasih Tuhan
kau sempatkan aku
menghirup pagi ini
mengalir begitu nikmat
ke seluruh jengkal nadi

terima kasih Tuhan
kau beri aku kekuatan
mengayuh pedal sepeda
menikmati jejak kehidupan pagi
bersama ibu tukang sayur
yang setia menjaga subuhnya

terima kasih Tuhan
kau beri aku keringat
ke seluruh kulit
begitu nikmat, hangat
segar sekali

terimakasih Tuhan
aku masih bisa ke kantor
sementara banyak saudara kami
menerawang bingung
di tenda-tenda pengungsi
tak jelas entah sampai kapan

terimakasih Tuhan
rezekiMU tak pernah habis
buat kami terus ingat itu
agar kami bisa berbagi
menjala senyum
mengurai nestapa
mengait denting bahagia

terima kasih Tuhan
syukur kami semoga tak putus
sebagaimana karuniaMU
yang tak pernah pupus
mengalir sederas arus

terimakasih Tuhan
damaiMU sebening air mata
menitis bagai embun
menetes indah merasuk


Epri Tsaqib, 18/01/2006
Setelah Bike to Work ke 5 Pagi ini :)



Akhirnya .......tercapai juga naik sepeda ke kantor. Sebenarnya sudah
lama pengen banget, tapi kok malah gak sempet-sempet beli sepeda.
Berkat kebaikan temen sekantor yang udah duluan ber'Bike To Work' alias
B2W yang mau meminjamkan sepedanya, jadilah hari ini dengan
mengucap Basmalah saya memulai hari pertama naik sepeda ke kantor dari
Ciputat komplek UI ke kantor. Dan subhanalloh nya saya punya banyak
catatan nih di hari pertama saya. Simak yah.

Kaki mulai mengayuh, angin semilir pagi hari awalnya seger, tapi baru aja 200
meter asap knalpot mobil dan motor mulai terasa banget menyesakkan dada
saya. Wah....saking semangatnya saya lupa nyiapin masker penutup mulut,
jadinya begini deh. Terasa banget kalau Jakarta sudah sangat parah
polusinya, tapi saya tetap menyemangati diri saya. Kadang-kadang saya
tidak duduk di tempat duduk atau jok tapi berdiri di pedal sambil
menikmati jalanan yang menurun landai yang langsung juga disambut
dengan tanjakan lumayan bikin pegel di Sepolwan Lebak Bulus. Habis itu
segera disambut macet lagi persis di depan Sepolwan itu dan
'berbanggalah' si Asap knalpot menelusuri dada kerempeng saya. Terutama
dari motor-motor dengan knalpot menukik ke atas sehingga dengan
suksesnya masuk lewat mulut dan hidung saya..Fuhhh.........nasib-nasib.

Sampai di daerah Pondok Pinang, saya disalip Bikers lain cuma kelihatannya
bapak itu buru-buru sehingga gak sempet say hello sama saya. Dari
potongannya sih sepertinya dia dah lama B2Wnya, soalnya saya lihat
jalannya kenceng banget, trus betisnya dah mirip tukang becak langganan
saya waktu kecil dulu. wuih ...manteb BO.

Setelah itu saya mulai bertemu 'Bikers Sejati' lainnya, kata temen saya sih istilahnya
Bike On Work, jadi saudara-saudara kita yang sehari-hari memang
bekerjanya dengan sepeda, kemana-mana juga naik sepeda, karena memang
itulah kendaraan mereka. Mereka tidak punya motor apalagi mobil. Yang
pertama saya ketemu Tukang Koran, wah dia jalannya juga kenceng, jadi
saya gak sempet motret pake hp saya. Gak lama kemudian saya ketemu
Tukang Balon. Nah abang tukang balon ini sempat saya foto dan dia
seneng banget di foto. Cuma saat saya moto, ibu-ibu yang sedang
bergerombol belanja sayur untuk masak nyeletuk ke saya, "Mas, mau donk
di foto juga. Boleh dong?". Dasar ibu-ibu ganjen banget sih pagi-pagi.
Lucunya pas di foto ibu-ibu ini malah malu-malu dan belagak sibuk milih
sayur. Bahkan nenek2 yg lagi nyapu halaman ikut minta nimbrung juga
tapi wajahnya gak mau keliatan. Saya cuma geleng-geleng kepala jadinya.


Sampai di Kebayoran Lama gak jauh dari Tanah Kusir saya sarapan
dulu, karena yayang saya dah masak takut mukanya yang cantik ditekuk
memble kan jadi ngerusak suasana pagi. Segera setelah itu saya pamit.
Wah tetangga saya banyak yang menegur, "Loh Motornya kenapa, rusak ya
kok naik sepeda?" ada lagi yang lain,"Lagi cuti ya pak, kok gak
ngantor?". Nah tak lama kemudian saya ketemu tukang Jamu yang pakai
sepeda ( ibu-ibu tukang jamunya ), tukang krupuk, tukang donat, dan
tukang Martabak semuanya pake sepeda dan sempat saya ambil gambarnya
kecuali tukang martabak yang karena terburu-buru ngambilnya jadi malah
gak kena. Ada beberapa lagi yang lain yang tidak bisa saya ambil
gambarnya karena kapasitas HP saya terbatas, seperti tukang tempe,
tukang sayur, dan banyak lagi. Dalam hati saya jadi bersyukur banget,
karena saya jadi punya banyak bahan untuk ditulis. Lain hari saya akan
lebih pagi lagi dan berusaha untuk berbincang dengan mereka, belajar
banyak dari pengalaman mereka melawan hidup. Saya jadi gak sabar ketemu
mereka dan ngobrol lebih lama nih.

Ketika melewati pak polisi yang sedang mengatur lalu lintas, saya bertegur sapa.
Pak polisi itu senang sekali ditegur di sela tugas,"Pagi pak" Spontan wajahnya
sumringah "Pagiiii, wah hati-hati ya" jawabnya riang. Yang bikin seneng
adalah kala jalanan menurun seperti menjelang sampai ke kantor saya,
tapi kalau ada polisi tidur atau jalanan gak rata, saya pakai posisi
berdiri di pedal macam Jadul ( jaman dulu waktu masih anak-anak demam
sepeda BMX ). Akhirnya sampailah saya di kantor tercinta, disambut
teman saya yg minjemin sepedanya itu. Setidaknya di awal pagi ini saya
lihat 2 kebahagiaan selain pak polisi tadi, dan yang satunya lagi ya
siapa lagi kalau bukan yang paling semangat 'nularin virus' B2W rekan
sekerja saya itu. Dan yang pasti kesan saya B2W hari ini adalah
ruaaaaaaaaaarrrrrrr biasaaaaaa!!! badan jadi seger, meski abis itu agak
ngantuk ( halah ). Maklum gak pake pemanasan langsung hajar jarak
tempuh yang lumayan banget buat saya yang jarang olahraga ini. Tapi
saya bukannya kapok malah ketagihan nih. Secara di kantor dah jarang
banget Ngadu Futsal sebagai satu2nya peluang saya berolah raga sama
temen2. Jadi buat yang belum berBike To Work saat ini, saya rasa kalian
ketinggalan banget deh. Suer....Segitunya banget ya saya.

Tetap Semangat Bikers!
( Siapa nih mau menyusul seperti saya? ;) )


Epri Tsaqib

Ps : buat yang mau tahu lebih byk ttg b2w liat aja websitenya--> www.b2w-indonesia.or.id
buat yang mau tahu kantor saya --> www.portalinfaq.org www.portalinfaq.org.uk http://pondokyatim.multiply.com
( halah...promosi gak ketinggalan ...yuukk teteeeeeb )



Kemarin sore-sore saya tidak sengaja ketemu tukang jamu di jalan. Karena sudah lama tidak minum jamu
saya berhenti sebentar beli jamu pahit biar badan seger. Mbak jamu yang ini saya lihat agak unik, lain dari
yang biasanya, karena kalau biasanya di gendong, kali ini si mbak ini bawa sepeda.

Iseng-iseng saya ajak ngobrol aja sebentar sambil nunggu jamu pahitnya. Ternyata dia jualan 2X sehari
pagi dan sore, mbak ini yang sudah punya anak 1 orang ini ternyata merantau ke jakarta dan terpaksa
mencari nafkah untuk membantu menopang kehidupan keluarganya di kampung ( di Jawa Tengah ) karena
suaminya penghasilannya juga pas-pasan. Nah anak dan suaminya ada di kampung, sementara di jakarta
ini dia tinggal sama saudaranya.

Yang saya salut mbak ini pakai jilbab meskipun pekerjaannya menggeos sepeda kemana-mana.
Untuk meredam panas dia pakai topi caping ala pak tani. Ketika saya tanya kira-kira berapa untungnya
jualan jamu seperti ini, dia bilang lumayan juga mas, katanya bisa 25 ribu sampai 40 ribu sehari.

Ketika saya ambil fotonya, dia balik bertanya,"Mas ini wartawan ya? kok tanya-tanya sama moto2?"
Saya senyum-senyum saja, saya bilang bukan mbak, saya seneng moto aja, apa aja saya foto, kata
saya mencari alasan. Dan mbak itu segera pamit mau cari pembeli lagi, padahal saya masih mau tanya-
tanya lagi. Saya penasaran sebenarnya kok bukan suaminya aja yang merantau kenapa malah istrinya?
Padahal kan beliau juga masih punya anak kecil ya gak? Tapi ah sudahlah, mungkin keluarga mbak ini
punya alasannya sendiri. Biarlah rasa penasaran saya tenggelam di langkah-langkahnya yang berat
mendorong sepeda setiap hari, dihantam debu-debu jalanan ibukota, saya cuma bisa berdoa dalam hati
semoga mbak kita ini jamunya laris manis. Supaya bisa sering bertemu buah hatinya, karena saya aja
yang laki-laki gak tahan kalau jauh-jauh dari keluarga dalam waktu lama. Bawaannya kangen terus.

Mudah-mudahan aja hasil dagangannya cukup untuk menyekolahkan anaknya itu, karena zaman sekarang
biaya sekolah juga melangit. Senja terus bergerak, mbak jamu pamit mendorong sepedanya, menawarkan
jamunya, "Jamu...jamuuuu, jamunya pak?" Hidup memang rahasia Alloh, kita cuma di minta terus berusaha
dan berdoa. Bersyukur atas segala nikmatNYA, saya yakin kepada Alloh boleh jadi sesungguhnya mbak jamu
itu lebih pandai bersyukur daripada saya, lebih deras doa-doanya, lebih mustajab malah, karena dia berjuang
lebih berat daripada saya yang meskipun lelaki tapi tidak perlu mengayuh sepeda dan berteriak-teriak di jalan
serta jauh dari anak-anak karenanya. Ah saya yakin Alloh memiliki banyak hikmah dan rahasia kebaikan
bagi setiap hamba-hambaNYA yang berjuang.

Wallohu 'alam bissawab

Epri Tsaqib, Jakarta Selatan 7 Desember 2006

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.