Epri's posts with tag: hope-belajar berbagi

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag hope-belajar berbagi

Istri saya beberapa waktu gelisah (mungkin kegelisahan yang juga dialami banyak ibu-ibu rumah tangga lainnya) yang dipusingkan dengan harga bahan-bahan pokok sehari-hari di pasar yang meningkat.

 

Yang paling mencolok mungkin harga minyak goreng, harganya sempat melonjak hingga mencapai Rp 15.000,-/liter di pasaran dari harga normal yang semula sekitar Rp 9.000/liter.  Demikian juga sayur mayur, cabe merah dan beras.

 

Bagi orang dengan penghasilan yang besar barangkali kenaikan ini tidak terlalu mengganggu kondisi keuangan rumah tangga mereka, tapi bagi orang-orang kecil seperti kami, kenaikan seperti ini biasanya akan sangat terasa. Terlebih lagi saudara-saudara kita yang sumber penghasilannya sangat tergantung dari minyak goreng, seperti tukang kerupuk, tukang makanan gorengan di pinggir-pinggir jalan yang biasa kita lihat, dan lain-lain. Merekalah yang paling terpukul dengan gejolak harga semacam ini.

 

Di sisi lain, kalau kita melihat berita di layar kaca. Rasa-rasanya saya dan keluarga alhamdulillah masih bisa merasa lebih bersyukur. Pasalnya, di saat yang sama hujan deras yang mengguyur Indonesia belakangan ini mengakibatkan gelombang banjir kedua di beberapa daerah di Jawa Tengah dan sekitarnya yang di lalui Sungai Bengawan Solo. Sehingga saudara-saudara sebagain harus mengungsi menyelamatkan keluarganya.

Di samping itu sawah-sawah mereka juga ikut terendam sehingga terjadi gagal panen.

 

Beberapa hari lalu, kawan-kawan di kantor juga bercerita, bahwa belum pernah terjadi sebelumnya jalan di depan kantor kami itu kebanjiran. Akan tetapi dengan curah hujan yang sangat deras itu, air meluap hingga sedengkul orang dewasa.

 

Di saat yang sama, kita juga sudah mulai sering mendengar kasus-kasus busung lapar banyak terjadi di beberapa daerah di tanah air. Anak-anak dengan berat badan yang sangat di bawah standar terlihat di mana-mana. Di NTT, NTB, Tangerang bahkan Ibukota kita sendiri Jakarta. Yang paling parah adalah yang terjadi di Makassar di mana akhirnya SEORANG ibu yang sedang hamil tujuh bulan meninggal dunia bersama anaknya yang berusia lima tahun. Mereka meregang nyawa di rumah mereka yang terletak di sebuah sudut Kota Makassar.

 

Kematian istri dan anak dari keluarga penarik becak di Makassar ini semula dianggap sebagai tragedi kemanusiaan biasa. Tetapi kemudian menjadi luar biasa ketika diketahui bahwa kematian mereka disebabkan oleh ketiadaan beras untuk makan.Kemiskinan telah membuat seorang ibu [Daeng Basse namanya] membuat keputusannya sendiri menjadi  tragedi, ia akhirnya memilih mengakhiri hidupnya karena ketiadaan apa-apa lagi untuk dimakan hari  itu.

 

Hiks...saya baca berita tentang keluarga ibu di sebuah harian media massa nasional, hati saya begitu miris. Memang di satu sisi saya masih bisa bersyukur dengan kehidupan keluarga saya yang alhamdulillah mesti harus jatuh bangun cari tambahan, dapur kami masih bisa ’ngebul’. Meski keluhan di akhir bulan masih keluar karena uang belanja sudah tidak cukup untuk menggenapi makan pengeluaran bulanan, alhamdulillah semua masih bisa diatasi.

 

Tapi bagaimana dengan wajah-wajah tak berdosa anak-anak yang raut mukanya menjadi jauh lebih tua karena begitu kurusnya itu ...?? Ya Alloh....saya jadi teringat dulu pernah mendapat tugas mengunjungi secara langsung nasib anak-anak yang mengalami hal seperti itu di NTB. [Salah satu kisahnya bisa dilihat di sini à http://portalinfaq.org/p01x13_program_article_view.php?article_id=242&program_id=218  judulnya ”Kita Tak Pantas Mencium Bau Syurga”]

 

 

Saya kira sejak kejadian itu, saya tak akan pernah lagi mendengar berita semacam ini di negri kita, akan tetapi pada hari-hari belakangan ini realitas telah menunjukkan wajah aslinya di depan kita.

 

Saya tidak ingin menyalahkan siapa-siapa, karena meski saya bukan bagian dari Penguasa atau Pemerintah, saya juga masih bekerja di sebuah NGO yang juga punya tugas yang sama beratnya meski dalam kapasitas dan kemampuan penggalangan finansial yang jauh lebih kecil dari para Penguasa itu. Sekedar ingin menggambarkan bahwa mengurus negara sebesar Indonesia dengan 230 juta jiwa lebih dengan segala macam tumpukan persoalannya memang bukan perkara yang ringan.

 

 

Akan tetapi, saya yakin bahwa persoalan mendasar semacam ini sesungguhnya masih bisa diatasi kalau kita semua mau secara serius berusaha dan mau menunjukkan keberpihakan kepada orang-orang seperti saudara-saudara kita yang kurang beruntung itu. Anda tentu belum lupa bukan? Beberapa waktu yang lalu ada berita tentang seorang anak kecil yang tertangkap tangan mencuri karena harus membayar tunggakan biaya SPP yang menunggak di sekolahnya. Ibunya sampai tak bisa berbicara ketika diwawancara sebuah stasiun swasta, karena selama ini anak lelakinya itu dikenal sangat pendiam dan penurut serta tidak pernah bertingakah dan bergaul yang aneh-aneh. [Silahkan klik di sini untuk berita selengkapnya à http://www.prakarsa-rakyat.org/artikel/news/artikel.php?aid=25737

 

Rasa-rasanya kita masih bisa memulai dengan hal kecil saja untuk mulai berbagi sejak hari ini. Coba tengok-tengok lagi, jangan-jangan ada anak tetangga kita yang bernasib sama seperti nasib Rendi tadi itu. Mungkin dengan sedikit kepedulian kita menyisihkan rezeki yang diberikan Alloh kepada kita setiap bulan. Ada sedikit senyum kebahagiaan yang bisa kita lihat dari anak-anak seperti Rendi. Dan karenanya dia tak harus tertangkap tangan karena nekat mencuri. Apalagi seperti Daeng Basa yang mengambil keputusan sendiri dengan membunuh anak-anaknya. Mudah-mudahan berita seperti ini tak perlu kita dengar lagi.

 

Saya menutup tulisan ini dan mengaminkannya beberapa kali dalam hati saya, yang masih saja terasa gerimis sejak tadi. Entah kenapa.

 

Wallohu ’alam bissawab.

Epri Abdurrahman Rafi'

 http://portalinfaq.org/g02x01_article_view.php?article_id=713

 

www.portalinfaq.org

www.pondokyatim.multiply.com


EventAnda Sudah Menjadi Sahabatnya Hari ini??Jan 22, '08 2:55 AM
for everyone
Start:     Jan 22, '08 03:00a
End:     Feb 15, '08
Location:     Desa Kota Agung Bengkulu Utara

Ada satu link yang saya suka, sebuah komunitas yang digagas untuk saling memberi inspirasi dengan cara saling berbagi. Setahu saya ini adalah program ke 2 mereka. Semoga rekan-rekan bisa menjadi sahabat Ibu Puji yang sedang diuji Alloh dengan patahnya paha beliau [berikut 2 patahan lagi di betis dan sambungan engkel pahanya] salah satunya akibat tertimpa tembok saat gempa beberapa waktu lalu di Bengkulu.

Saya percaya kalau kita berbagi, kita akan merasa lebih menjadi manusia yang sebenarnya. Lagipula, tidakkah anda ingin menjadi sahabat bagi Ibu yang malang ini?? Dengan sedikit menolongnya dari beban yang sedang dialaminya?

Semoga anda sungguh-sungguh menjadi sahabat bagi ibu ini mulai hari ini....salam :)

Buat yang penasaran dengan kisahnya, ini linknya yah....--> http://sahabatberbagi.multiply.com/journal/item/2

www.sahabatberbagi.multiply.com

EventSiapa Mau Bergabung?Jan 8, '08 10:50 PM
for everyone
Start:     Jan 19, '08 10:00a
Location:     Pondok Darussalam Ngluwar Magelang Jateng (Pondok Tahfidz Qur'an)

Mungkin ada yang mau bergabung di hari anak yatim tgl 10 Muharom 1429 H
Untuk menyantuni anak-anak yatim, mumpung ada kesempatan :)

klik : http://pondokyatim.multiply.com/journal/item/73
atau www.portalinfaq.org

”Aku dan pengasuh anak yatim (kelak) di surga seperti dua jari ini.” (HR. Bukhori) Rasulullah SAW menunjuk jari telunjuk dan jari tengah dan merapatkan keduanya.


Sahabat,

Ini sedikit upaya saya memperkenalkan potensi pariwisata di Bengkulu kepada sahabat sekalian sekaligus belajar kecil-kecilan Moto Pemandangan Alam. Karena masih sangat amatir, tolong dibantu komentarnya ya dari sahabat-sahabat yang udah berpengalaman dalam hal klik-klik-an pake kamera.

Lokasi : Pantai Panjang, Bengkulu
Siang pukul 14.00 an , dan saat Magrib persis adzan saat matahari tenggelam. Sayang gak dapet sunsetnya.

Semoga bermanfaat,
Salam

Epri Tsaqib

Blog EntryBencana Mengepung Jawa Tengah - Ayo Bantu!!Dec 28, '07 6:46 AM
for everyone
 

Dalam 2 hari terakhir ini, kita semua dikejutkan dengan berita beruntun tentang terjadinya banyak korban jiwa di berbagai tempat di Pulau Jawa. Mulai dari Karang Anyar atau tepatnya di desa Ledoksari Kecamatan Tawangmagu yang hingga hari ini sudah menelan 65 korban nyawa melayang (35 orang belum diketemukan/hilang), di Wonogiri akibat longsor tepatnya di Kecamatan Tirtomoyo ada 17 orang meninggal (2 orang baru diketemukan).

Selain itu juga, di Sukoharjo ada beberapa kecamatan dilanda banjir diantaranya Kecamatan Polokarto, Mojolaban, Bendosari, Grogol, dan Baki. Sudah 2 orang diketemukan meninggal hingga hari ini.

Banjir juga melanda Solo, yakni di Kecamatan Jebres, mulai dari kelurahan Jagalan, Kampung Sewu, Pucang Sawit, Jebres, hingga Kelurahan Gandekan terendam air.

Lain lagi di Madiun, Jembatan dam jati di Desa Semen Kabupaten Magelang yang menghubungkan Madiun dengan Magetan ambrol, Rabu (26/12) pada pukul 15.00. Kadis Infokom Pemprop Jawa Timur Suwanto ketika dikonfirmasi mengatakan, 20-30 orang bersama sepeda motornya hanyut karena insiden ini [Innalillahi wa inna ilaihi rojiun]. Kata SUWANTO pada saat kejadian mereka sedang berada di atas jembatan untuk melihat arus sungai Semen.

Sesungguhnya selain di Jawa Tengah, di propinsi lain di luar pulau Jawa seperti Bali, Sumatra Barat, Pontianak, Makassar, Mataram (NTB), Manda dan Toli-toli mengalami banjir akibat hujan yang datang terus menerus selama beberapa hari ini, ditambah tentu saja makin banyaknya hutan dan pohon-pohon yang ditebangi oleh warga,

Korban jiwapun sudah banyak berjatuhan dan kerugian materil sudah begitu besar. Kami mengetuk para donatur sekalian untuk ikut membantu musibah ini melalui rekening Portalinfaq di :

- Bank Syariah Mandiri Cab. Warung Buncit No.Rek.003-003 5790

- Bank Mandiri Cab. Kuningan No.Rek.124-0001079798

- BCA Cab. Arteri Pondok Indah No.Rek.291-300-5244

Semua atas nama Yayasan Portalinfaq.

Dan jangan lupa untuk mencantumkan keterangan pada transfer anda “Peduli Bencana Jawa Tengah”.  InsyaAlloh besok Portalinfaq bekerjasama dengan BSMI akan menerjunkan tim rescue-nya dalam rangka membantu para korban musibah ini di Karang Anyar.

Kepedulian anda akan sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang saat ini sedang ditimpa musibah dan bencana.

www.portalinfaq.org
http://portalinfaq.org.uk

 

*Foto diambil dari Liputan 6 SCTV


Blog EntryShodaqoh Memang AjaibDec 26, '07 12:39 AM
for everyone

 

"Sesungguhya shodaqoh bisa memberikan pengaruh yang menekjubkan untuk menolak berbagai macam bencana, sekalipun pelakunya orang faajir(pendosa), zhalim, atau bahkan orang kafir, karena Allah akan menghilangkan berbagai macam bencana dengan perantara shodaqoh tersebut" (imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah)



SEMBILAN TELUR

Pada suatu malam ada seorang pengemis yang mengetuk pintu salah seorang ulama. sang ulama bertanya pada istrinya mungkin ada yang bisa diberikan pada si fakir. maka sang istripun menjawab, "Kita tidak punya apa-apa selain 10 butir telur."

Sang ulama berkata, "Berikan telur-telur itu kepadanya!" sang istri kemudian memberikan telur-telur itu kecuali satu butir saja yang akan ia sisakan untuk anak-anaknya.

Tidak berapa lama kemudian ada orang lain yg menetuk pintu sang ulama tersebut, dan memeberikan kepadanya sebuah kantong, yang didalamnya berisi uang 90 dinar. Sang ulama bertanya pada sang istri tentang jumlah telur yang ia berikan pada si fakir tadi. istrinya menjawab "Sembilan butir telur". sang ulama kemudian berkata, "Uang ini jumlahnya 90 dinar, berarti satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali."

Dari buku : Shodaqoh memang ajaib; Khoolid Bin Sulaimaan Ar-Rob'i ; Daarul qoosim


http://sahabatberbagi.multiply.com/reviews/item/7
www.portalinfaq.org.uk


Sahabat Berbagi dibuat dengan niat memulai dari hal-hal sederhana yang kongkrit untuk membantu sesama dengan harapan kami semua dapat belajar tentang makna indahnya bersyukur dalam hidup. Semoga dari situ bisa menjadi inspirasi bagi para sahabat.

 

Program sederhana pertama yang coba dibuat adalah dengan membantu Keluarga Pemulung di pinggir kereta api Palmerah di belakang gedung DPR/MPR RI. -->baca kisah pendahuluannya di http://www.portalinfaq.org/g02x01_article_view.php?article_id=612


 

Untuk membantu keluarga Saniman yang sehari-hari memulung, Sahabat Berbagi diwakili oleh Abu Yusuf dan Nunung menyambangi keluarga pak Saniman dan berdialog dengan tukang pembuat Gerobak. Singkat cerita, Alhamdulillah pekan lalu gerobak  itu jadi dan kami membayarkan biaya gerobak dan memberikan modal usaha untuk membeli buah, pisau, ulekan (cobek), tempat sambal, dan lain-lain. à Laporan keuangan bisa dilihat di http://sahabatberbagi.multiply.com/photos/album/2

 


 

Pada hari Jum’at 16 November 2007 pak Saniman sudah mulai berdagang buah dan rujak potong. Beliau berkeliling di sekitar Senayan. Terkadang beliau berkeliling sampai ke sekitar Jl. Sudirman di dekat Ratu Plaza. Menurutnya di situ cukup ramai dan banyak pembeli. Tapi sebentar-sebentar ada petugas tramtib sehingga tidak bisa lama-lama di tempat itu.

 

Di pekan pertama ini belum terlalu banyak penghasilan yang bisa diraup oleh pak Saniman, kadang buah tidak habis bila hujan deras. Ketika ditanya berapa keuntungan yang didapat, pak Saniman bilang bisa dapat sekitar Rp 16.000,- s/d Rp 20.000,- sehari. Tidak besar memang untuk menghidupi 7 orang anggota keluarga. Tapi bagaimanapun hal ini sudah patut disyukuri karena setidaknya pak Saniman sudah berusaha.

 


 

Saat ini 3 anak pak Saniman sudah bersekolah, semoga anak-anak itu terus dapat melanjutkan sekolah. Tentu saja dengan kepedulian dari anda semua. Anda yang berkenan membantu dapat mengirimkan dana melalui :

 

- Rekening BCA 291-300-5244 Cabang Arteri Pondok Indah

- Rekening Bank Mandiri 124-000-107-9798 Cabang Kuningan

- Rekening BSM 003-003-5790 Cabang Warung Buncit

 

Semua a/n Yayasan Portalinfaq.

 

 

Jangan lupa mengemail ke abd_rahman1@yahoo.com untuk konfirmasi bila sudah mentransfer atau ada sahabat anda yang ingin direferensikan untuk bergabung menjadi bagian dari komunitas SAHABAT BERBAGI atau juga memberi masukan dan kritik.

 

 

Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada para sahabat yang telah bergabung di komunitas ini dan ikut membantu berinfaq untuk pembelian gerobak dan modal usaha bagi keluarga pak Saniman. Semoga Alloh memberi balasan yang lebih baik lagi. Amin.

 

 

http://sahabatberbagi.multiply.com

 

 

 


Blog EntryKado dari AyahNov 15, '07 3:52 AM
for everyone

 

Hari ini (18 Agustus 2007) adalah hari yang membuat hati kami (saya setidaknya) basah oleh gerimis airmata. Salah satu cita-cita kami sejak lama adalah bisa mengasuh anak yatim, membesarkannya, mengusapnya dan menyayanginya sebagaimana anak kami sendiri ternyata bisa terwujud di tempat yang tak pernah kami kira.

Setahun yang lalu setelah bumi Jogjakarta diuji gempa. Lembaga tempat kami bekerja ini begitu sibuknya berusaha membantu sebisanya. Setelah lewat masa tanggap darurat, tibalah saat itu. Saat di mana akhirnya lembaga kami sepakat membuat sebuah pondok yatim bagi anak-anak korban gempa.

Dengan berbekal komitmen dan niat yang tulus kami memulainya. Kerikil dan onak mewarnai kami "membangun" pondok yatim ini. Mulai dari mencari rumah kontrakan yang cocok dan nyaman bagi anak-anak yatim, mencari anak-anak yatim korban gempa serta menseleksi dari ratusan data yang masuk, Mencari relawan yang siap membantu merintis pondok yatim ini, hingga rencana launchingnya yang akhirnya dihadiri oleh bapak wakil Bupati Bantul, walaupun kami berharap di hadiri Bupati Bantul,

Nekat?
Mungkin bisa dibilang begitu. Kami tak pernah membuat program ini sebelumnya, terbayang bagaimana sulitnya mengurus banyak anak, rumahpun tak ada. Mencari kontrakan rumah juga tak mudah di tengah suasana gempa di Bantul dengan kriteria yang setidaknya punya banyak kamar mandi dan MCK. Sementara dana juga terbatas. Belum lagi memikirkan bagaimana biaya sehari-hari anak- anak ini nanti? dan yang lebih penting lagi bagaimana mengasuh mereka agar menjadi anak-anak yang tetap optimis dan berjiwa besar.

Alhamdulillah, Yang Maha Pemurah memudahkan semuanya. Lelah kami, semua kerja keras, dan kesulitan-kesulitan di awal pendirian pondok yatim itu akhirnya diwujudkan oleh Alloh dengan diresmikannya pondok yatim kami yang diberi nama Pondok Yatim BaitusSalam Portalinfaq Jogjakarta.

Ya Alloh....kami punya pondok yatim. Itu setidaknya yang ada dalam benak saya. Dan sekali lagi hati saya basah oleh gerimis airmata. Betapa bahagianya punya pengalaman mengasuh mereka dengan berbagai kesulitan melewati prosesnya.

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada :

1. Tim Perintis yang telah membantu berdirinya Pondok Yatim ini, semoga Allah jadikan setiap 'amal ikhlas yang diberikan menjadi pemberat kebaikan di akhirat kelak. Juga kepada semua orang yang masih membantu Pondok Yatim hari ini tentunya.

2. Kepada para donatur yang senantiasa memberikan dukungan serta do'anya, sehingga, pondok dapat berjalan sampai hari ini.

Selamat ulang tahun Pondok Yatim Baitussalam. Semoga Alloh senantiasa meluruskan niat kami, mengistiqomahkannya, hingga anak-anak itu bisa kami persembahkan dengan dada penuh kebanggaan kepada masyarakat dan bangsa ini sebagai anak-anak yang sholehah, mandiri dan berprestasi.

Karena dengan prestasi itulah salah satu cara kalian anak-anakku tak akan malu menjadi anak yatim, bahkan menjadi bangga karenanya.

Dari Ayah yang berusaha selalu menyayangi dan mecintai kalian

Sepenuh Cinta...

 


Epri Abdurrahman Rafi'


http://portalinfaq.org/g02x01_article_view.php?article_id=661

http://pondokyatim.multiply.com/reviews/item/49

"Selamat Ulang Tahun Pondok Yatim Tercinta"


LinkWebsite Kemana Orang Miskin Yang Sakit MengaduOct 30, '07 12:55 AM
for everyone
Link: http://pondoksehat.multiply.com

Pernah ada artikel dengan judul menggelitik "Orang Miskin Dilarang Sakit!". Sebuah gambaran mengenai bagaimana sulitnya ketika sakit di Indonesia bagi orang miskin, apalagi bila berurusan dengan Rumah Sakit. Penolakan, sakit hati adalah bagian yang sering kita dengar dari mulut mereka yang terpinggirkan ini.

Portalinfaq adalah lembaga sosial yang belajar "mendengar" kesulitan mereka ini dengan mencoba meringankan beban saudara-saudara kita ini melalui informasi kepada kita semua melalui jaringan internet dan mils-mils.

Tak terkira kehabagiaan terasa bila mereka ini sembuh. Tak terukur rasa syukur bila mereka merasa didengar. Sebaliknya tim kesehatan Portalinfaq juga sering tak bisa berkata-kata ketika akhirnya sang pasien meninggal tak tertolong. Atau mendengar keluh kesah mereka "dilempar" sana-sini dalam keadaan sakit di negri yang katanya kaya raya ini.

Maka dengan rendah hati dan memohon perlindungan dari Alloh, situs ini diperkenalkan, senang sekali bila anda juga menyebarluaskan berita-berita didalamnya agar banyak senyum terukir di wajah saudara-saudara kita yang terkena istilah artikel menggelitik itu. "Orang Miskin Dilarang Sakit". Semoga judul itu tak perlu ada lagi. Amin.



Blog EntryKabar Duka (Kebakaran) Lagi Menjelang Lebaran...Oct 4, '07 11:57 PM
for everyone
Entah bagaimana perasaan saudara-saudara kita yang ada di Tambora Jakarta Barat dan Pendongkelan yang terpaksa tidur di dinginnya lantai Masjid dan kantor Kelurahan berjubel-jubelan di bulan puasa, dimana semestinya mereka sedang menikmati ibadah di bulan ramadhan dan bersuka cita menyambut lebaran. Ibadah puasa kita sedang diuji outputnya dengan kondisi menyedihkan bagi saudara-saudara kita ini, apalagi tak sedikit juga anak-anak di antara mereka.

2.000 Warga Tambora Mengungsi ke Masjid & Kantor Lurah

Jakarta - Total 345 KK yang menetap di 248 rumah di Kelurahan Duri Selatan (sebelumnya disebut Bukit Duri Selatan), Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, terbakar. Total 2002 orang kehilangan tempat tinggal.

Demikian diungkapkan Lurah Duri Selatan, Abdul Chalik, saat ditemui detikcom di kantor Kelurahan Duri Selatan, Kamis (4/10/2007) pukul 21.30 WIB.

Ribuan korban kebakaran itu kemudian mengungsi ke masjid dan kantor kelurahan. Mereka terlihat tidur-tiduran di masjid dan kantor kelurahan beralaskan "Tidak ada korban jiwa, ada cuma luka dikit tak perlu dibawa ke rumah sakit," kata Chalik.

Para pengungsi itu terlihat lelah dan berduka atas rumah mereka yang habis terbakar pada saat berbuka puasa. Mereka hanya sempat menyelamatkan harta benda seadanya saat kebakaran melanda.

Camat Tambora Yanto Satyar menyebutkan, untuk makan sahur nanti akan menyumbang 1.500 nasi bungkus. "Ini tentu tidak memenuhi untuk seluruh korban, tapi tidak semua orang berpuasa di sini," kata Yanto ditemui di Kantor Kelurahan Duri Selatan.

Untuk itu, Yanto mengharapkan, agar warga Jakarta membantu para korban kebakaran yang berasal dari RW IV dan V yang terdiri atas 8 RT itu.

Sumber api dalam peristiwa kebakaran di Tambora ini belum diketahui. Namun sebagian besar warga berkeyakinan sumber api datang dari ledakan kompor gas gratis yang dibagi-bagikan pemerintah.

Pedongkelan Kembali Terbakar

Selain di Tambora, kebakaran juga melanda Pedongkelan, Jakarta Timur. Lokasi kebakaran kali ini berdekatan dengan yang terbakar pada minggu lalu. Api akhirnya berhasil dipadamkan setelah memusnahkan belasan rumah. (aba/aba)

Semoga ada banyak pihak yang terketuk pintu hatinya untuk membantu para korban kebakaran tersebut,Untuk bantuan dana, biar lebih cepat tersalurkan, bisa ditransfer langsung ke rekening di bawah ini :

- Bank Syariah Mandiri Cab. Warung Buncit No.Rek.0030035790

- Bank Mandiri Cab. Kuningan No.Rek.124-0001079798

- BCA Cab. Arteri Pondok Indah No.Rek.291-300-5244

Semua atas nama Yayasan Portalinfaq


www.portalinfaq.org
http://pondokyatim.multiply.com

Sumber Berita: Anwar Khumaini - detikcom ; Foto : Liputan 6


Link: http://peduli.multiply.com/journal/item/98/Ratusan_Rumah_di_Pasar_Rebo...

Kalau ada keluarga kita yang 1 hari sebelum bulan Puasa rumahnya terbakar, kira-kira bagaimana perasaan anda?

Sahabat kita Kosi, mengajak anda berbagi di bulan yang suci ini, untuk membantu korban kebakaran di Pasar Rebo Jakarta Timur.

Anda bisa juga klik di --> http://www.portalinfaq.org/g02x01_article_view.php?article_id=626

Ayo lipatgandakan kebaikan di bulan Ramadhan!


Blog EntryYang Istimewa Hari ini Aug 30, '07 10:57 PM
for everyone

 

Yang punya lebih banyaklah yang hanya bisa berbagi! Itu ungkapan seorang kawan baik saya (dalam hati saya bertanya betulkah?)

Jawabannya bisa iya bisa tidak. Kenyataannya banyak sekali orang apalagi yang hidup di kota besar melihat bahwa semakin kaya seseorang justru semakin tidak peduli dengan lingkungannya. Hidupnya semakin sibuk, pagar rumahnya dibangun semakin tinggi. Jangankan untuk bersosialisasi, dengan tetangga sendiri di sebelahnya saja mereka tidak saling kenal. HIks...ironis. Tapi begitulah kenyataannya.

Coba lihat bila ada kecelakaan di jalan raya! yang biasanya menolong biasanya justru orang-orang kecil seperti tukang becak, tukang ojek, atau pejalan kaki di sekitarnya. Sementara orang-orang kaya yang bermobil mewah biasanya paling-paling melambatkan mobilnya untuk sekedar melihat-lihat, berkomentar dan segera berlalu (itupun kalau tidak disusul dengan sikap menyalahkan, "Ah memang begitu nasibnya sepeda motor, tak tahu aturan sih!")

Tapi di sisi lain, setelah saya renungkan perkataan kawan baik saya itu ada benarnya, kenapa demikian? Orang-orang yang mau berbagi itu adalah orang yang menyadari bahwa apa yang diberikan Tuhan kepada dirinya adalah selalu lebih banyak daripada yang ia sadari. Dengan kesadaran itulah orang seperti ini selalu merasa siap berbagi dan berbuat untuk orang yang membutuhkannya. Kita juga sering melihat bukan ada di sekitar kita orang-orang yang hidup sederhana dan tidak kaya-kaya amat bisa demikian ringan tangan selalu mau berbagi dengan orang lain. Hidup mereka ringan dan berguna sekali. Padalah seperti saya bilang mereka ini mungkin bukanlah tipe orang-orang kaya yang semestinya jauh lebih baik dibanding mereka.

Terus terang saya kagum sekali dengan orang-orang seperti ini. Dan sampai hari ini saya ingin terus belajar dari mereka soal ini. Karena kita mungkin sering heran darimana keyakinan tak pernah menolak orang yang meminta pertolongan itu datangnya? Dan anehnya selalu saja ada jalan keluar dan rezeki yang kemudian mengalir kepada orang-orang ini dan tentunya kepada orang dia niatkan untuk dia tolong. Dan itu selalu terjadi berulang-ulang. Ajaib bukan?

Begitulah karunia Alloh dilapangkan kepada orang-orang yang berhati lembut dan suka menolong, diberikan kepadanya hati yang lapang dan rasa syukur yang mendalam kepada penciptaNYA, kepada yang Maha Pemberi Segala Sesuatu. Orang-orang seperti ini faham betul bahwa hidup cuma sementara, dan nantipun saat "pulang" tak akan bawa apa-apa kecuali amal baiknya yang ikhlas karenaNYA. Itulah opini saya setelah merenungkan perkataan kawan baik saya itu. So... kata kuncinya adalah pada kesadarannya bukan pada sisi materialnya.

Dan di hari yang baik ini ada yang menawarkan kepada saya tulisan di bawah ini, ajakan yang indah, yang selaras dengan rasa iri saya pada orang-orang yang lapang itu. Saya harap anda juga akan menjadi sahabat baik saya dengan ajakan sahabat saya yang baik ini.

Salam Hangat Sahabatku....

Epri Tsaqib


--------------------------------------------------------------------------------------

“Sahabat Berbagi”
Mungkin Anda Salah Satunya?
 


 
Apa Itu?

Berawal dari keinginan sederhana sekedar untuk mencoba belajar ’berbuat’ kepada orang-orang di sekitar kita yang kurang beruntung atas beban hidup yang dirasakan semakin berat.


 
Berharap dari tindakan-tindakan sederhana yang kongkrit itu, kemudian kita bisa belajar banyak, tentang betapa beruntungnya kita masih menghirup nafas pada hari ini. Dari situ mungkin akan terbit kebahagiaan-kebahagiaan kecil di hati kita yang kemudian akan menjadi inspirasi setidaknya bagi diri kita sendiri, syukur-syukur juga bagi orang lain.
 
Kenapa ”Sahabat”?

Siapapun mendengar kata yang satu ini, pasti tergambar di kepala kita ketulusan. Seseorang yang bisa kita andalkan bahkan pada masa yang paling sulit sekalipun. Saat orang lain begitu tak peduli, saat tekanan semakin menghimpit, dia akan ada di sana menepuk bahu kita dengan senyumnya yang hangat.


 
Dengan apa kita bisa berbagi?

Apa saja, tidak selamanya kita berbagi dengan materi, meski itu juga penting. Bisa saja dengan tenaga kita, waktu luang, bagi-bagi sedikit ilmu, saharing pengalaman, menjadi penyambung pesan, jadi kordinator kecil-kecilan di kantor, di komplek rumah, di tempat nongkrong, menyemangati satu sama lain, semuanya berguna di sini, semuanya berarti.


 
Bagaimana kita memulai?

Untuk kongkritnya. Kisah nyata di bawah ini bisa kita jadikan contoh bagaimana ’Sahabat Berbagi’ bisa memulai.

 
Kalau Tak Mengamen dan Mengemis, Lalu Kami Mesti Bagaimana?

 
Anak kecil berusia 8 tahun itu  mengganti pakaian sekolahnya dengan kaos lusuh dan mengajak adik perempuannya menuju perempatan jalan di belakang gedung MPR RI. Saat lampu merah menyala dan mobil-mobil berhenti ia mengeluarkan ’kerecekan’ atau alat musik yang terbuat dari tutup botol yang di paku di atas kayu kecil sebagai musik pengiring dari suara kecilnya pada salah satu jendela mobil mewah berkaca hitam itu.
 
Tak lama kaca mobil itu terbuka, lalu uang recehan Rp 500,- pun berpindah tangan dan segera ia kembali bernyanyi dengan iringan ’kerecekan’ itu ke mobil lainnya di belakang mobil sebelumnya. Kali ini yang di dalam mobil segera menggoyangkan tangan kanannya tanda ia tidak berkenan. Anak itu pun segera ke mobil di belakangnya lagi.


 
Sayang lampu hijau segera menyala, ia dan adiknya bergegas ke pinggir trotoar, hampir saja sebuah sepeda motor yang sedang ngebut mengenai tubuhnya. Untung motor tadi sigap mengerem, tapi tak urung umpatan dan gelengan kepala pengendara sepeda motor tadi terlontar dan masuk ke telinga 2 anak tadi.


 
Siang yang terik itu terasa semakin panas di hati Ucup dan adiknya yang hari ini mengamen. Lain hari kalau keponakannya yang masih kecil berumur 3 tahun (Bebet namanya) bisa di ajak, biasanya ia akan mengemis di perempatan jalan itu.


 
Ayah Ucup sehari-hari menjadi pemulung di pinggir rel kereta api tempat gubuk mereka yang lama tak jauh dari stasiun Palmerah. Dari mengumpulkan gelas-gelas plastik, kardus dan barang-barang bekas lainnya itulah ia menghidupi keluarganya dengan 7 orang anak. Tapi sejak ia sudah tidak memiliki gerobak lagi karena diangkut petugas Tramtib dan sudah beberapa waktu dia harus beristirahat di kampung karena belum lama ia dapat musibah kecelakaan karena terserempet kereta api.


 
Kini anak-anaknyalah yang bekerja, selain Ucup, kakaknya Hendra dan adik-adiknya (semuanya 7 orang) bergantian mengamen dan mengemis di jalan raya untuk menyambung hidup. Ini harus ditempuh karena mereka memang belum punya pilihan lain yang bisa diambil untuk menutupi kebutuhan keluarga mereka di tengah harga-harga yang naik seperti minyak tanah, minyak goreng, beras dan lain-lain.


 
Beberapa waktu lalu guru sekolah Ucup menyarankan kepada salah seorang ’Sahabat Berbagi’ agar Ucup dan Ayahnya tidak lagi memulung atau mengemis. Ayah Ucup (pak Saniman namanya) menjawab singkat,”Lalu kami musti kerja apa pak?”. Sahabat tadi berfikir keras kira-kira apa ya yang bisa ia lakukan agar keluarga itu tak lagi mengemis atau mengamen. Mungkin kalau dagang Jus Buah pakai gerobak bisa dicoba ya? Barangkali saja ke depan Ucup tak usah minder lagi kalau sudah besar di hadapan teman-temannya karena ayahnya kini berdagang jus buah keliling dan tidak lagi memulung dan ia sendiri tak usah lagi jadi pengemis di perempatan jalan itu.


 
Nah ’Sahabat’ sekalian, mungkin ada sahabat-sahabat yang tergerak hatinya setelah membaca kisah nyata ini? Kalau dana untuk beli gerobak, blender dan modal untuk buat Jus buah  itu sudah terkumpul, kita bisa sama-sama ke rumah keluarga pak Saniman untuk melihat ia dan keluarganya memulai lembaran hidup barunya sebagai pedagang Jus Buah.


 
Bantuan bisa di salurkan ke rekening Portalinfaq di :


 
- Bank Syariah Mandiri Cab. Warung Buncit No.Rek.0030035790
- Bank Mandiri Cab. Kuningan No.Rek.124-0001079798
- BCA Cab.
Arteri Pondok Indah No.Rek.291-300-5244


 
Dengan mencantumkan keterangan ‘Sahabat Berbagi’ untuk Keluarga Pak Saniman.


 
Pertanyaan, masukan dan saran-saran bisa dilayangkan ke :


 
1. Mbak Nunung          : nungky_nn@yahoo.com
2. Kosi                         : ukhti.kosi@gmail.com
3. Abdurrahman            : abd_rahman1@yahoo.com  
4. Mbak Eva                 : elia_havifah@yahoo.com

5.  Dessy                      : dessy_ps@yahoo.com
6. Fathoni Yasin            : m_fathoni_yasin@telkom.net
7. Aidil                          : ptg@bni-life.co.id


 
Atau ke nomor telepon : 0813 – 16 3738 04 (sementara sms saja ya) </SPAN>J


 
Sekali lagi, semoga dari hal-hal sederhana ini kita bisa saling berbagi dan menginspirasi satu sama lain, di tengah kehidupan perkotaan yang semakin kering dan hedonis ini. Semoga.


www.sahabatberbagi.multiply.com

Link"Berbagi Sahabat" Gabung Yuk....!Aug 29, '07 4:06 AM
for everyone
Link: http://sahabatberbagi.multiply.com

Memulai dari hal-hal sederhana, mengasah batin, semoga memberi inspirasi buat kita semua.

Ajakan yang sangat menggugah, semoga dimudahkan sahabat-sahabatku. amin :)

Jabat Erat!


Blog EntryYang Diangkat Derajatnya...Jul 25, '07 10:14 PM
for everyone

Saya memulai kolom Belajar Berbagi ini dengan cuplikan kata-kata orang yang saya kagumi :

Dari Abu Hurairah bahwasannya Rosululloh bersabda : "Tiadalah harta itu berkurang karena sedekah. Alloh tidak akan menambahkan kepada seseorang yang suka memaafkan melainkan kemuliaan. Dan tiadalah seseorang yang merendahkan diri karena Alloh melainkan Alloh akan mengangkat derajatnya." (Riwayat Muslim)

Saya mengenal keluarga ini sejak awal masih tinggal di pinggir Rel Kereta Api tanpa rumah, sekarang ini ada kabar baru. Semoga sahabat-sahabat sekalian tergerak ya sebagaimana anjuran hadits di atas. Salam

------------------------------------------------------------------------------------

Nasib Keluarga Pemulung, Pengamen dan Pengemis itu ...


 

 

Hidup di kota Jakarta dengan seorang istri dan 7 anak dan hanya mengandalkan bekerja sebagai pemulung tentulah tidak mudah. Karena itulah ia dan istrinya tak bisa melarang anak-anaknya ikut membantu meringankan beban hidup keluarga mereka.
 

Sebagian menjadi pemulung seperti dirinya, dan sebagian lain menjadi pengamen di perempatan jalan di belakang gedung DPR/MPR RI sambil merangkap juga sebagai pengemis.





Ya, mengemis. Menadahkan tangan kecil mereka ke jendela mobil-mobil yang berhenti di lampu merah itu sambil menggendong adik kecil mereka yang berkulit coklat tua dengan perut yang buncit dan ingus yang hampir selalu meleleh dari kedua hidungnya.

 

Kami dan seorang relawan dari sebuah surat kabar yang kantornya kebetulan tak jauh dari tempat mereka selama ini tinggal di alam terbuka di pinggir rel kereta api tak jauh dari Stasiun Palmerah itu akhirnya alhamdulillah bisa membuat 2 anak lelaki dari Bapak Pemulung itu untuk sekolah di Sekolah Dasar. Anak lelaki tertua bapak ini Hendra namanya , Mega dan Ucup sudah mulai belajar setiap harinya di SD 07 Palmerah Pagi. Alhamdulillah nilai raport Hendra cukup bagus, meski sebenarnya mereka agak terlambat masuk sekolah dan sudah cukup lama 'cuti' sekolah karena tak ada biaya.Hendra sekarang naik kelas 5 sedangkan Mega dan Ucup naik kelas 2.

 

Ada kegembiraan saat kami mengetahui berita baik ini. Tapi ada juga yang masih membuat kami miris yakni bahwa anak-anak ini masih harus mengamen dan mengemis di perempatan jalan. Mereka memang belum punya alternatif lain untuk menopang biaya hidup keluarga. Apalagi sang Bapak yang bernama Saniman itu, saat ini masih sakit karena kecelakaan dan dirawat di kampung. Kini mereka harus lebih keras bekerja demi membantu ibu mereka yang sehari-hari juga menjadi pemulung plastik-plastik dan barang-barang bekas lainnya untuk menyambung hidup keluarga mereka.

 

Sudah 2 tahun ini mereka kami kontrakkan di sebuah rumah kontrakkan di bilangan Palmerah. Sekarang ini akan memasuki tahun ke 3 dan pekan ini adalah batas akhir pembayaran karena tuan rumahnya juga harus menutupi biaya sekolah anaknya. Kebutuhan biaya kontrakannya adalah Rp 4.250.000,-

 

Semoga ada yang terketuk untuk membantu kesulitan keluarga pemulung ini dan ikut memikirkan kondisi anak-anaknya. Mereka ada di sekitar kita, tak jauh dari kita. Dan jelas mereka sangat membutuhkan uluran tangan kita saat ini.

 

Link berita seputar keluarga ini :

 

 


www.portalinfaq.org
http://pondokyatim.multiply.com

Yang mau bantu silahkan kasih tahu saya saja melalui situs ini ya konfirmasinya. Terimakasih banyak semuanya ya.


Blog EntrySemangat Atun dan Nurani Kita...**Jul 11, '07 2:08 AM
for everyone
 

ATUN INGIN SEPERTI PEGUSAHA KASONGAN



 

 

"Mbak, kalo daun kering ini dipadukan dengan bumbu tumbar bagus tidak?"
"Bagus kok.. Memangnya Atun darimana?"
"Dari sungai belakang mbak."
Hampir setiap hari Atun menyusuri sungai yang ada di belakang Pondok Yatim Daarul Aytam Baitussalam
 

Daun kering, ranting kering atau apa saja yang ada disekitar sungai digunakan Atun untuk dibuat kerajinan tangan. Tanpa kenal lelah Atun memunguti satu persatu. Pernah suatu hari teman-teman Atun di Pondok juga ingin membantu. Yuni, Isah, Desy, Lina tanpa dikomando langsung pergi ke sungai juga. Pulang-pulang, mereka berempat mengeluh kecapekan.
 

"Mbak Atun, kita sudah dapat daunnya..." Serempak mereka menyerbu Atun yang baru konsentrasi menempel daun kering di kertas. Yuni bercerita bahwa perjalanan mencari daun membuat capek dan minta dipijit oleh Atun. Sambil senyum Atun hanya mengangguk. "Jazakillah khair ya adek-adekku yang baik." Tapi ternyata, yang mereka ambil daun yang masih basah. Tentu saja tidak bisa dipakai. Kalaupun dipakai nanti hasilnya kurang bagus. Begitu cerita Atun ke Pengelola Pondok. Tapi karena tidak mau mengecewakan adik-adiknya, Atun tetap menyimpannya.

 

Lain waktu, Atun meminta kardus berkas untuk dijadikan bingkai. Jika ada Atun, InsyaAllah tidak ada barang bekas yang terbuang sia-sia. Tapi kadang teman satu kamarnya sering protes ke Atun, karena barang bekasnya sering disimpan di kamar. "Kamar jadi kotor dan kurang luas," protes teman sekamarnya. "Mau istirahat jadi kurang nyaman." Atas usulan Pengelola, barang-barang bekas yang belum sempat dibuat disimpan di dekat aula. Sehingga terlihat rapi dan bersih. Setelah itu tidak ada lagi protes dari teman-teman Atun yang se-kamar.

 

Di lain waktu, "mbak Puji, kulit bawang merah sama bawang putihnya jangan dibuang ya?"
"Memangnya mau dibikin apa Tun?"
"Kan bisa untuk buat kembang," dan hasilnya, Subhanallah...... bagus sekali. Orang yang melihat pertama kali pasti tidak menyangka kalau bunga itu dibuat dari kulit bawang. "Kalau yang dibuat sudah banyak nanti bisa dijual lho, Tun!" Semua hasil karya santri dikumpulkan terus dijual. "Kan jumlahnya sudah banyak jadi hasilnya banyak juga terus bisa ditabung. Wah seperti pengusaha ya?" Kalau sudah besar bisa seperti pengusaha kasongan dong. Yang lain mengamini. Lina menyahut, iya...kalau seperti pengusaha kasongan nanti bisa beli mobil buat Pondok terus kita kesekolahnya bisa diantar pakai mobil lagi kayak dulu. Kan enak, jadi ndak nyepeda lagi. Sekolah Lina kan yang paling jauh.

 

Mendengar harapan-harapan mereka, kami hanya tersenyum dan ikut mengamini. Semangat kami bangkit kembali. Kami ingin mengantarkan mereka meraih cita-cita yang mereka inginkan. Cita-cita yang tinggi, setinggi langit dan setinggi harapan kami. Ya Allah kabulkanlah do'a-do'a mereka. Ya Allah permudahlah jalan mereka dan ridhoilah mereka. Amin Ya Robbal 'Alamin.

**Atun lengkapnya Uswatun Hasanah salah satu santri Pondok Yatim Baitussalam Portalinfaq  Jogjakarta yang sejak tahun lalu tak berhasil sekolah di SMU karena Ijazah SMPnya blm keluar terpotong Gempa 5,9 SR. Sekarang Atun tak patah semangat dan terus berkreasi. Mohon do'anya**

 

www.portalinfaq.org
www.pondokyatim.multiply.com
http://www.portalinfaq.org/g02x01_article_view.php?article_id=579

 


Blog Entry"Kami bingung pak..."Jul 6, '07 1:54 AM
for everyone

Dear Sahabat-sahabat,

Saya cuma berusaha, semoga di hari Jum'at yang baik ini ada sahabat yang berkenan membantu anak-anak ini. 

Salam Peduli

Epri Tsaqib 

_____________________________________________________

"Kami bingung pak....."


http://www.portalinfaq.org/g02x01_article_view.php?article_id=577

Diterima di Perguruan tinggi negri dengan jalur PMDK ternyata membuat kedua orang tua Kandhita justru bingung bukan kepalang. Kesana-kemari mereka mencari pinjaman untuk menutupi biaya yang harus dibayar ke IPB dengan total Rp 5.060.000,-.

Ayah Kandhita yang bekerja serabutan setelah di PHK di perusahaan keramik 2 tahun yang lalu. Pernah ia ikut orang menjual ikan hias keliling dan ketika kami silaturrahim ke rumahnya saat ini beliau alhamdulillah diajak temannya sebagai kuli bangunan. Itupun sementara karena setelah selesai proyeknya ayah Kandhita harus berpikir kerja apa lagi ya?. Kalau dihitung penghasilan bulanan ayah Kandhita ini sekitar Rp 200.000/bln. Dengan uang hanya segitu tak heran bila sekarang listrik di rumahnyapun tak mampu dibayarnya.

Bulan ini memang banyak sekali orang tua yang sedang bingung dengan tuntutan biaya sekolah putra-putrinya. Salah satunya adalah orangtua Kandhita ini. Portalinfaq berupaya meminta keringanan kepada pihak kampus. Namun saat ini belum ada kabar baik.

Kami berharap bapak dan ibu ada yang terketuk menjadi orang tua asuh bagi Kandhita.

Di bawah ini ada beberapa lagi anak-anak tidak mampu yang perlu uluran tangan anda yang ingin membantu.

____________________________________________________

Wajah polos itu berkata dengan nada galau kepada kami,“Pak, saya bingung bagaimana ya? Tanggal 17 Juli 2007 ini saya ujian tapi tunggakan biaya kuliah saya banyak sekali, apakah bapak bisa membantu saya?”

Namanya Asneli, mahasiswi yang berasal dari Sumatra Barat ini lalu melanjutkan kisah kakaknya yang menjadi korban Tsunami 2 tahun lalu. Padahal selama ini kakaknyalah yang menanggung biaya kuliahnya di 2 Universitas di Jakarta. Hampir saja ia menangis menceritakan kesulitannya itu kepada saya.

Selama ini Asneli magang di sebuah bank swasta untuk menutupi biaya kuliahnya di Jakarta. Kini kontraknya sudah habis dan tagihan terus menumpuk. Untungnya di kampus UIN ia mendapat beasiswa. Sementara di kampus satunya lagi di Universitas swasta ia harus melunasi sejumlah Rp 6.762.000,-. Timbunan biaya yang sangat sulit bagi dirinya tentu saja. Alhamdulillah dari Portalinfaq dapat membantu sebesar Rp 1.000.000. Kami berharap bapak dan ibu sekalian ada yang terketuk hatinya untuk ikut membantu sisanya.

____________________________________________________

Wajah tuanya yang berkeriput itu memang tersenyum, tapi terasa sekali ada sesuatu yang belum ingin disampaikannya tapi tampaknya ia ragu-ragu.

“Pak, saya dan istri mengucapkan banyak terimakasih dengan bantuan 1 juta rupiah tahun lalu waktu anak saya mau masuk Aliyah Negri 3 (setingkat SMU). Alhamdulillah anak saya bisa sekolah dan sekarang dapat rangking 3, tapi…”

“Tapi kenapa pak?” tanya kami

“Untuk tahun kedua ini sebelum tanggal 16 Juli semua biaya sekolah Dian (anaknya) selanjutnya harus dibayar kalau anak saya masih mau lanjut dan saya baru saja lepas dari sakit sehingga kami tidak punya uang saat ini”kata pak Syahrudin yang sehari-hari menjahit di rumah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Berikut ini biaya sekolah Dian Hayati siswi kelas 2 MAN 3 Jakarta Pusat :

a. Iuran bulanan komite bulan Juli 2007 Rp 140.000 b. Kegiatan laboratorium IPA dan Bahasa (1 tahun) Rp 35.000 c. Kegiatan Pembinaan Rp 35.000 d. Iuran kegiatan OSIS selama 1 tahun Rp 95.000+ Total Rp 305.000,-

Bapak ibu sekalian yang terketuk ingin membantu dan menjadi orang tua asuh bagi anak-anak ini silahkan menghungi kami di : (021) 7278-6073 atau email : layanan@portalinfaq.org atau bisa juga transfer ke rekening :

  • Bank Syariah Mandiri Cab. Warung Buncit No.Rek.0030035790
  • Bank Mandiri Cab. Kuningan No.Rek.124-0001079798
  • BCA Cab. Arteri Pondok Indah No.Rek.291-300-5244

    Semua atas nama Yayasan Portalinfaq

    Semoga Alloh memberi balasan yang terbaik bagi anda yang membantu orang yang sedang kesulitan. Amin.



    (www.portalinfaq.org)

    (www.pondokyatim.multiply.com)


  • Blog EntryTentang Beningnya KetulusanMay 23, '07 6:58 AM
    for everyone

    Ini ada kisah yang menurut saya sangat menyentuh, mungkin akan berguna buat kita semua.

    Salam

    Epri Tsaqib ^_^

    ---------------------------------

    Namanya Ny. Thompson. Ia berdiri di depan ruang kelas 5 pada hari pertama tahun pengajaran, dan berbohong kepada murid-muridnya.

    Seperti kebanyakan pengajar, ia memandang ke seluruh murid dan berkata bahwa ia memperhatikan seluruh murid dengan adil. Tetapi hal itu tidak mungkin, karena di barisan depan, ada seorang anak yang duduk dengan menggelesot namanya Teddy Stoddard.

    Ny. Thompson sudah mengawasi Teddy setahun sebelumnya dan ia memperhatikan bahwa dia tidak bisa bermain dengan baik dengan anak-anak yang lain karena bajunya morat marit dan terlihat selalu perlu untuk dimandikan. Dan Teddy bisa jadi tidak suka. Itu semua mendapat penilaian, dimana Ny.Thompson kenyataannya akan memberikan tanda khusus di laporan Teddy dengan tinta merah besar, membuat X tebal dan memberi tanda F besar di atas kertas laporan Teddy.

    Di sekolah tempat Ny.Thompson mengajar, ia diminta untuk melihat ulang catatan murid-muridnya di tahun sebelumnya, dan ia membiarkan cacatan Teddy di giliran terakhir. Saat membaca catatan Teddy ia terkejut.

    Guru kelas satu Teddy menulis,Teddy adalah anak yang cemerlang dan ceria. Ia mengerjakan perkerjaannya dengan rapi dan memiliki hal-hal yang baik.Ia membawa kegembiraan bagi sekitarnya.

    Guru kelas duanya menulis, Teddy adalah murid yang sempurna, sangat disukai oleh seluruh temannya, tetapi ia terganggu karena ibunya sakit stroke dan untuk tinggal di rumah adalah suatu perjuangan bagi Teddy.

    Guru kelas tiganya menulis, Ia mendengar kematian ibunya. Ia berusaha untuk melakukan yang terbaik, tetapi ayahnya tidak menunjukkan ketertarikannya dan kehidupan di rumah akan segera mempengaruhinya jika tidak ada langkah-langkah yang dilakukan.

    Guru kelas empat Teddy menulis, Teddy menjadi mundur dan tidak tertarik ke sekolah.
    Ia tidak punya banyak teman dan terkadang tertidur di kelas.

    Setelah itu, Ny. Thompson menyadari masalahnya dan dia malu terhadap dirinya sendiri. Ia merasa tidak enak ketika murid-muridnya membawa hadiah natal, dibungkus dengan pita-pita yang indah dan kertas yang menyala, kecuali pemberian Teddy. Hadiah dari Teddy kumal bentuknya dan dibungkus dengan kertas coklat yang diambil dari tas belanja.

    Ny.Thompson dengan terharu membuka kado Tedy ditengah-tengah kado yang lain. Anak-anak mulai tertawa saat ia menemukan gelang batu dimana beberapa batunya hilang, dan sebuah botol yang berisi parfum setengahnya.

    Tetapi ia menyuruh murid-muridnya diam dan menyatakan bahwa gelang pemberian Teddy sangat indah, serta mengoleskan parfum di pergelangan tangannya.

    Setelah sekolah usai, Teddy Stoddard tetap tinggal, menunggu cukup lama untuk mengatakan, Ny. Thompson, hari ini bau wangi anda seperti ibu saya. Setelah murid-muridnya pergi, Ny.Thompson menangis hampir selama satu jam. Hari berikutnya Ny.Thompson berhenti untuk mengajar membaca, menulis dan aritmatika. Sebagai gantinya ia mulai mengajar anak didiknya.

    Ny. Thompson memberi perhatian khusus kapada Teddy. Selama bekerja dengannya, pikiran Teddy mulai hidup. Semakin ia mendorong Teddy, semakin cepat Teddy memberikan tanggapan.

    Di akhir tahun, Teddy menjadi anak terpandai di kelas, akan tetapi Ny. Thompson jadi berbohong dengan mengatakan bahwa ia akan memperhatikan murid-muridnya secara adil, karena Teddy telah menjadi murid kesayangannya.

    Satu tahun berlalu, Ny. Thompson menemukan sebuah surat dibawah pintu, dari Teddy, yang mengatakan bahwa ia adalah guru terbaik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya.

    Enam tahun berlalu sebelum ia menerima surat yang lain dari Teddy. Ia menulis sudah menamatkan SMU, ranking tiga di kelas, dan Ny. Thompson tetap guru terbaik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya.

    Empat tahun berikutnya, ia menerima surat yang lain, mengatakan bahwa saat orang memikirkan banyak hal, ia tetap tinggal di sekolah dan mempertahankannya, dan segera lulus dari akademi dengan penghargaan tertinggi. Dia meyakinkan Ny. Thompson, bahwa dia tetap guru yang disukai dan paling baik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya.

    Kemudian empat tahun berlalu dan surat yang lain datang lagi.
    Saat ini dia menjelaskan setelah menyelesaikan gelar sarjananya, dia memutuskan untuk melanjutkan sedikit lagi. Surat itu menjelaskan bahwa Ny. Thompson tetap guru yang disukai dan paling baik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya. Tetapi namanya telah sedikit lebih panjang surat ditanda tangani oleh Theodore F. Stoddard, MD.

    Kisahnya tidak berakhir disini. Masih ada surat lagi pada musin semi itu. Teddy berkata bahwa ia bertemu dengan seorang gadis dan merencanakan untuk menikah. Ia mengatakan bahwa ayahnya telah meninggal beberapa tahun yang lalu dan dia berharap Ny. Thompson bersedia duduk di kursi yang biasanya disediakan untuk ibu pengantin. Tentu saja Ny. Thompson bersedia.

    Dan coba tebak apa berikutnya? Ny. Thompson mengenakan gelang batu dimana beberapa batunya telah hilang. Dan ia memastikan memakai parfum yang diingat Teddy dipakai ibunya pada Natal sebelumnya bersama-sama.
    Mereka berpelukan, dan Dr. Stoddard berbisik di telinga Ny. Thompson, Terima kasih Ny. Thompson, anda mempercayai saya. Terima kasih karena sudah membuat saya merasa begitu penting dan memperlihatkan bahwa saya dapat membuat perubahan.

    Ny. Thompson dengan air mata berlinang, balik berbisik. Ia berkata,Teddy, semua yang kamu katakan keliru. Kamu adalah orang yang telah mengajari bahwa aku dapat membuat perubahan. Aku sungguh-sungguh tidak tahu bagaimana caranya mengajar sampai bertemu denganmu.

    Hangatkan hati seseorang hari ini meneruskan kisah ini kepada yang lain

    Tolong ingatlah bahwa kemana pun kamu pergi, apa pun yang kamu lakukan, kamu akan punya kesempatan untuk menyentuh atau merubah diri seseorang.

    Cobalah lakukan hal itu dengan cara yang positif. Teman adalah malaikat yang mengangkat kita ke atas kaki kita, saat sayap kita bermasalah untuk mengingat bagaimana caranya terbang.

    Fransye Monita


    Beberapa waktu lalu di kantor saya ada seorang pasien dengan kisah yang cukup memilukan hati. Ada tumor seberat 1,2 Kg di perutnya dan penyakitnya itu dirasakannya sejak dalam penjara. Ketika keluar dari penjara suami dan anak-anaknya sudah tidak ada lagi di rumahnya. ( kisah selengkapnya silahkan klik di http://www.portalinfaq.org/g02x01_article_view.php?article_id=465 )

    Alhamdulillah dengan bantuan rekan-rekan yang peduli, ia berhasil di operasi. Saat ini keadaan beliau mulai membaik dan Portalinfaq memberikan sedikit bantuan untuk membuat kerajinan tangan pasien tersebut yang semuanya terbuat dari Mute dan ada juga yang dicampur dari semacam mute berbentuk airmata istilahnya seperti untuk tas besar yang bisa untuk tempat Al-Qur'an warna merah.

    Ini semua dibuat 1 buah dulu karena modal yang terbatas. Jadi anda yang pesan duluan bisa langsung mendapatkan mute cantik kreasi pasien kantor saya tersebut. Tapi juga bisa indent atau pesan dulu dan waktu pengerjaannya paling lama 3 hari.

    Ini semua dilakukan untuk membantu pasien tadi agar punya penghasilan sambil memulihkan keadaannya setelah operasi. Oiya biaya operasinya waktu itu cukup mahal sekitar 11 juta belum lagi biaya obat dan rawat jalan setelah operasi. Sehingga keluarga pasien harus berhutang sana-sini. Semoga dengan usaha kecil-kecilan ini dapat membantu kondisi pasien itu ya.

    Pengiriman via tiki dalam kota ongkos kirimnya dibebankan ke pembeli.

    Pemesanan bisa melalui MP ini atau telp dan sms langsung adik pembuatnya di 0812 811 3877 dengan Martin.

    uang dapat ditransfer ke no rek Bank Permata : 3110575458 a/n Martin Eran
    ato Bank Muamalat : 301.13006.22 a/n Martin Eran

    Oiya saya gak ngambil untung apapun dari promo ini ya, cuma bantubantu saja. Harga semua saya posting berdasarkan info yang buat.

    Salam

    Epri Tsaqib

    Blog EntryPondok Yatim Membutuhkan MCK!Mar 28, '07 1:02 AM
    for everyone

    Temen-temen,

    ini saya forward dari situs www.portalinfaq.org barangkali saja ada MP-ers yang mau membantu, kebetulan saya sendiri sempat ke Jogjakarta belum lama ini dan melihat kondisi tempat anak-anak yatim ini.

    Salam Peduli ya..saya percaya masih banyak orang baik di sekitar kita, semoga

    Epri Tsaqib

    -------------------------

    Pembaca sekalian, Pondok Yatim Baitussalam Portalinfaq yang berada di Dusun Miri, Sewon Bantul Jogjakarta belum lama ini telah mendapatkan bantuan kontrakan rumah baru selama 2 tahun di daerah Njoran Pendowoharjo dari APJI (Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia).




    Rumah itu memang cukup besar, tetapi untuk memutuskan pindah kesana belum bisa dilakukan karena jumlah kamar mandinya cuma ada satu. Sementara Pondok Yatim yang memiliki banyak santri jelas membutuhkan setidaknya 3 atau 4 MCK. Selain itu juga dibutuhkan talang air.

    MCK adalah kebutuhan yang sangat penting bagi sebuah Pondok Yatim, boleh dibilang sangat vital untuk anak-anak yatim dan juga pengurus pondok. Belum lagi ruangan tempat tidur yang belum disekat-sekat, serta langit-langit atau plafon yang masih begitu banyak yang belum diplafon. Ini semua adalah peluang bagi anda yang ingin membantu anak-anak yatim.

    Bagi anda yang berkenan membantu dan berada di Jakarta dapat menghubungi Portalinfaq Jakarta, dan bagi anda yang berada di Jogjakarta bisa menghubungi telepon Pondok Yatim di (0274) 7159146 dengan Ibu Ova atau ke 0815-6887997 dengan Bapak Junni. Untuk yang ingin langsung mentransfer bantuan bisa melihat list nomer rekening yang ada di belakang bulletin ini.

    Bila anda dikaruniai kelebihan harta, mungkin ini adalah kesempatan yang baik menunjukkan rasa syukur kita kepada Alloh yang telah memberikan rezeki dan begitu banyak nikmat lainnya kepada kita. Semoga Alloh menggerakkan hati kita untuk peduli. Amiin.

    Laporan langsung tim Portalinfaq Jakarta dari Jogjakarta


    www.portalinfaq.org
    www.portalinfaq.org.uk
    http://pondokyatim.multiply.com



    Jakarta - Maraknya fenomena bunuh diri di Indonesia akhir-akhir ini disebabkan jutaan warga Indonesia yang mengalami depresi. Berbagai faktor dituding sebagai penyebabnya. Diantaranya faktor ekonomi dan hubungan antar manusia.

    "Saat ini, 90 persen masyarakat Indonesia mengalami depresi. Akibatnya, banyak diantara mereka yang melakukan bunuh diri. Lihat di puskesmas-puskesmas, keluhan utama pengunjung adalah masalah psikis," kata psikolog UGM Moh As'ad saat dihubungi detikcom, Selasa (13/3/2007).

    As'ad menyayangkan, Departemen Kesehatan selama ini hanya mengurusi kesehatan fisik saja. Padahal, manusia terdiri dari jiwa dan raga. "Depkes timpang sebelah, kondisi kejiwaan tidak pernah tersentuh sama sekali," tuturnya.

    Oleh karena itu, dosen senior di Fakultas Psikologi UGM ini menyarankan, harus ada conselling classical kepada masyarakat sebagai antisipasi agar fenomena bunuh diri tidak marak lagi.

    "Lebih baik masyarakat berpikir berwirausaha meski usaha kecil. Ini untuk kesibukan dan kemandirian. Daripada diam dan mengemis," ujarnya.

    As'ad membantah jika fenomena bunuh diri hanya terjadi di kota saja. "Di Gunungkidul, tingkat prosentase bunuh dirinya sangat tinggi. Namun, kebanyakan pelakunya adalah orang-orang yang merantau ke kota dan gagal," pungkasnya. (anw/ary)

    detik.com

    ------------------------------

    Nah kalau anda depresi akhir-akhir ini, jangan khawatir berarti anda adalah bagian dari 90% orang di Indonesia kok :)

    Banyak cara biar kita tidak mudah depresi ( versi saya lho ) , a/l :

    * Mengatur waktu dan jadwal sesuai skala prioritas

    * Jangan terburu-buru, aturlah nafas, selesaikan satu persatu
    dan jangan panik. Panik membuat beban yang sebenarnya tak terlalu
    berat menjadi sebaliknya.

    * Sharing lah dengan sahabat atau teman dekat atau pasangan kita.
    Percayalah menumpahkan isi hati juga bagian dari meringankan beban
    persoalan, coba deh...:)

    * Bila anda tipe yang tertutup, cobalah menulis diari atau apa saja pada malam
    hari atau di waktu senggang anda. Saya pernah baca hasil penelitian terhadap
    buruh di perusahaan pertambangan minyak yang sebagiannya menulis diari
    ternyata bekerja lebih produktif, mudah bekerjasama dan mudah menyelesaikan
    tugas, serta lebih sehat atau tidak mudah sakit ( hebat kan :) )

    * Siapapun anda, cobalah baca Al-Qur'an, anda akan terkejut dengan perubahan
    emosi anda, saat merasakan setiap lantunan dan kata-kata di lembar manapun
    anda buka, begitu banyak keajaiban dan solusi bagi semua persoalan hidup
    anda ( bila tak percaya, yah silahkan di coba saja baca dalam keadaan tenang
    dan berfikiran terbuka / obyektif InsyaAlloh tok-cer deh :) )

    * Hindari konflik di tempat kerja, jadilah kawan yang 'mudah', hidup di kota besar
    sudah terlalu gaduh di jalan, kalau di kantor ditambah wah...siap-siaplah tambah
    depresi

    * Cintai keluarga anda, berusahalah jadikan rumah anda sebagai syurga kecil
    anda, luangkan waktu anda, ingat hidup ini singkat, seringkali tak terasa
    cepatnya pergantian waktu. Kasih sayang membuat aura ketenangan akan
    menyelimuti pribadi anda dan orang-orang di sekitar anda.

    * Berolahraga ( ini jg mengingatkan diri saya sendiri :) ) secara teratur
    jadi bila kantor anda tertarik ngadu futsal bareng kantor saya dan bersedia
    patungan bayar sewa apalagi nge-gratisin...don't worry my friend calling saya
    aja di 021 7278-6073 ( kantor ) atau email ke epri_ts@yahoo.com *halah....
    bilang aja lagi nyari musuh ngadu futsal hehehe....namanya juga usaha...

    Itu saja dulu ya...lain kali disambung lagi. Semoga bermanfaat, jg buat diri saya
    sendiri. Wallohu 'alam bissawab


    Epri Tsaqib
    *yang lagi gatel mo main futsal :) yuuukkk




    Pages:12
    © 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

    Modified from Mediterranean by John Whittet.
    Originally on the CSS Zen Garden.
    Used and Modified with permission from the author.