Epri's posts with tag: hope

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag hope
Blog EntryBelajar Mencintai Mar 1, '07 10:00 PM
for everyone

 
Mari Kita Belajar Mencintai


Jika cinta, pada semua jenisnya, adalah kesadaran, adalah perasaan, adalah tindakan, maka cinta pada akhirnya adalah kemampuan yang terintegrasi dalam seluruh aspek kepribadian kita. Kemampuan seseorang untuk mencintai adalah gambaran paling utuh dari seluruh kapasitas kepribadiannya. Hanya orang-orang dengan kepribadian kuat dan kapasitas besar yang mampu mencintai. Orang-orang yang lemah, yang setiap saat bisa kita saksikan di sekitar kita, tidak akan pernah mencintai. Bahkan untuk mencintai diri mereka sekalipun. Takdir mereka adalah menantikan cinta dan kasih sayang orang-orang kuat.

Orang-orang kuat mencintai dengan segenap kesadarannya. Maka mereka terus menerus memproduksi kebajikan demi kebajikan. Sementara orang-orang lemah bahkan tidak memiliki kesadaran untuk mencintai. Maka mereka terus-menerus mengkonsumsi kebajikan orang-orang kuat. Itu sebabnya orang-orang kuat dalam masyarakat selalu merupakan faktor kohesi yang merekatkan masyarakat. Mereka merekatkan masyarakat dengan cinta dan kebajikan mereka.

Makna inilah yang ditebarkan oleh Rasulullah saw begitu beliau tiba di Madinah dan memulai kerja membangun Negara baru itu: “Wahai sekalian manusia, tebarkan salam, berikan makan, bangun sholat malam saat orang-orang tertidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan penuh damai.”

Ini merupakan penjelasan bagi keterangan selanjutnya. Bahwa untuk bisa mencintai, bahwa untuk menjadi pecinta sejati, kita harus mengembangkan kapasitas dan kepribadian kita untuk menjadi lebih baik secara berkesinambungan, pelajaran tentang bagaimana menjadi manusia yang produktif untuk bisa memberi, pelajaran tentang bagaimana menjadi orang kuat yang penyayang, pelajaran tentang bagaimana melimpahruahkan kebajikan abadi bagi penumbuhan kehidupan orang-orang di sekitar kita yang kadang berujung tanpa sedikitpun rasa terima kasih, atau bahkan penolakan.

Ini bukan pelajaran tentang teknik atau keterampilan mencintai seperti ketika belajar tentang teknik berkomunikasi dengan orang lain, atau bagaimana merebut hati seseorang untuk suatu hubungan cinta asmara. Bukan. Sama sekali bukan tentang itu.

Ini adalah pelajaran tentang bagaimana membangun kembali dasar-dasar kepribadian yang kokoh dan tangguh, yang memungkinkan kita mencintai secara sadar, bertanggungjawab dan bertindak produktif untuk membuktikan cinta itu dalam kenyatan. Dan dengan begitu, cinta bukan saja berefek pada perbaikan berkesinambungan terhadap hubungan-hubungan kemanusiaan kita, tapi juga terutama pada perbaikan kehidupan kita seluruhnya secara berkesinambungan.

Dan ini mungkin dan terbuka. Semua kita bisa mempelajarinya. Alasannya sangat sederhana.

Rasulullah saw bersabda: Ilmu diperoleh dengan belajar. Kesabaran diperoleh dengan belajar menjadi sabar. Kesantunan diperoleh dengan belajar menjadi santun.”

Ini menjelasakan bahwa di samping karakter-karakter bawaan yang melekat dalam diri kita sebagai warisan genetic, semua karakter lain bisa kita peroleh dengan mempelajari dan mengimplementasikannya dalam kehidupan kita.

Begitu juga cinta. Begitu juga cinta. Semua kita bisa mencintai. Semua kita mungkin menjadi pecinta sejati. Asal kita mau belajar. Asal kita mau belajar bagaimana mencintai.

Sumber : Anis Matta, Lc Kolom Thumuhat, Tarbawi, Edisi 148 Th. 8, Muharram 1428H

www.portalinfaq.org
www.portalinfaq.org.uk
http://pondokyatim.multiply.com

**keterangan foto : Hasil karya anak yatim Pondok Yatim Baitussalam Jogjakarta
 

Photo AlbumMomen Cinta Keluarga Mungil Kami (8 photos)Jan 28, '07 8:51 PM
for everyone

Saya termasuk orang yang tidak pernah merayakan ulang tahun atau hari lahir,
sesekali memang sahabat-sahabat dan teman-teman suka buat kejutan waktu
saya masih sekolah dulu. Kalau diingat-ingat sebenarnya seru juga ya...cuma
ya begitulah saya memang tidak pernah menyengaja merayakannya.

Kali ini istri tercinta menyampaikan proposal itu. dari anak-anak katanya
"Kasihan bi, mereka ini sering diundang ulang tahun anak-anak temen
mainnya yakni para tetangga. Sesekali gak papalah biar anak-anak seneng
toh cuma buat kita sendiri aja kan? gak rame-rame kok"

Saya tercenung, saya teringat anak-anak yang pernah saya lihat di NTB
yang begitu kurusnya, sampai tinggal kulit dan tulang karena susah makan.
Saya juga tak mau anak-anak saya menjadi 'terbiasa' dengan perayaan
semacam ini di tengah kondisi orang sulit seperti sekarang. Lagian juga
gak ada syariatnya toh? jadi buat apa mi? begitu tanya saya pada istri saya.

Istri saya kembali meyakinkan bahwa anak sulung kami itu berulang kali minta
kue ulang tahun, kita niatkan saja sebagai hadiah baginya juga hadiah bagi
tetangga sebelah kiri kanan kuenya, yang kebetulan juga seumuran anak-anak
saya. Memberi hadiah itukan tanda cinta juga kan? begitu kata istri saya.
Apalagi pada tetangga, yang penting niatnya gak melenceng dari situ.

Saya menyerah, saya pikir betul juga kalau jadi ada sodaqohnya buat anak-anak
tetangga, dan sodaqoh juga kan buat anak sendiri. Akhirnya saya bilang sama
anak saya yang sulung. "Nak, ayah belikan kamu kue sekarang di hari ultah kamu
ini, bukan karena ayah banyak uang, bukan! Ayah ingin Tsaqib tahu ayah sama
ummi sayang kamu, dan ingin kamu jadi anak yang sholeh, pintar, dan sayang
sama ayah, ummi dan dede ya!"

Anak saya mengangguk dan tersenyum senang...dia cium pipi saya, sayapun
mencium dan memeluknya. Ahh...hangat sekali rasanya.

Sayapun pergi ke pasar dan mendapatkan kuenya, waktu di toko saya teringat
pesan Rosululloh bila membagi sesuat kpd anak belajarlah adil, maka saya pun
beli 2 kue ultah lengkap dengan lilin untuk adiknya yang sebenarnya ultahnya
sudah lewat beberapa bulan yang lalu. Plus kue-kue jajanan buat anak-anak
tetangga dekat kami. Meski hujan deras, saya terabas demi segera bertemu
3 buah hati saya di rumah mungil kami.

Jadilah malam itu malam yang istimewa bagi keluarga kecil kami, mereka
bahagia sekali dengan kue ulang tahunnya, kami bernyanyi dan berdoa bersama
agar Alloh menjaga dan melindungi serta menjadikan kami keluarga yang
penuh cinta, mudah mencinta dan dicinta sesama dalam naungan cintaNYA.
Dada saya makin hangat malam itu, indah sekali....padahal semuanya sederhana
sekali. Kue yang saya beli juga kue murahan dari pasar tradisional di Kebayoran
Lama.

Begitulah saya merasa sangat beruntung sekali malam itu, dikelilingi permata
binar-binar cinta saya...dalam hati saya berdo'a dengan do'a Nabi Ibrahim agar
anak-anak saya menjadi pemimpinnya orang-orang terbaik, orang-orang yang
menjaga kebaikan dan cinta pada diri dan sekitarnya, orang-orang yang menjadi
jalan cahaya bagi sesamanya...orang-orang yang bertaqwa kepada TuhanNya.
Saya mengaminkan do'a saya dalam hangat air mata...


Salam Penuh Cinta
Epri Tsaqib & Keluarga

Blog EntryBerdiri Bersama BintangJan 3, '07 10:27 PM
for everyone


sebelum tidur, di malam tahun baru
aku mendongak ke langit
menatapi bintang-bintang
meresapi setiap kerlipnya

di setiap bintang itu
aku titip sebuah harapan
untuk tahun yang baru

setelah usai
aku himpun satu-persatu
di dalam hatiku

ahh..ternyata
masih begitu banyak alasan
untuk hidup
berdiri dan berlari
menyongsong sisa waktu

dalam tidur
malam itu aku bermimpi
bermain menghampiri bintang itu
satu persatu
sambil memunguti harapan-harapanku

kami berjanji bersama
untuk setia memahatnya di hangat mentari


Epri Tsaqib 1 Januari 2006

Blog EntryJOGJA KAMI JOGJA KITAAug 29, '06 10:59 PM
for everyone
JOGJA KAMI JOGJA KITA


torehan luka itu
begitu dalam membekas di bingkai sejarah
yang tercatat tak terlupakan di kota budaya
tempat segala nuansa rasa di topang
dijunjung genggam erat para sahabat

tapi siapa pernah bisa merubah waktu yang berlalu
siapa yang kuasa mengembalikan
semua yang telah hilang

meski perih
merangkak menuju senyum mentari yang tersisa
jauh lebih berharga daripada menghabiskan derak waktu
hanya tuk tangisi semua episode lalu
yang sudah gamblang digariskanNYA

tak akan ada lagi naif
yang boleh rintangi hasrat tuk kembali
punguti jejak-jejak asa
menepuk menyemangati setiap pundak
mengembalikan senyum kebersamaan penuh arti
yang pasti masih ada pada Jogja Kami
Jogja kita...


Epri Tsaqib, 30/08/06
Terimakasih adik2ku di pondok Yatim Baitussalam Dukuh Miri Bantul Jogja
semangat kalian tuk melanjutkan hidup begitu menginspirasi saya
(mereka rela lelah menempuh perjalanan begitu jauh demi bisa sekolah lagi)

http://www.portalinfaq.org/g02x01_article_view.php?article_id=390



Blog EntryMenggores Dinding HatiJul 20, '06 10:33 PM
for everyone
Menggores Dinding Hati


Saat riuh burung bernyanyi.....
diantara mekar kelopak bunga yang harum

ku kayuh langkah.......
memulai hari menoreh gurat makna
melingkupi gores-gores dinding hatimu
memadu cahayaNYA

Epri tsaqib 22/03/06 Awal pagi Selatan Jakarta

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.