| Start: | Aug 7, '06 12:00a |
| End: | Aug 12, '06 |
| Location: | Benteng Vredenburg, LIP, Studio 21 Ambarukmo Plaza dan Bioskop Mataram |
Sebagai bagian dari HUT Kota ke 250, kami menyelenggarakan Jogja-Netpac Asian Film Festival. Setelah bencana gempa pada 27 Mei 2006 kemarin, kami menyusun ulang serangkaian rencana. Adakah pertautan antara krisis dan festival film? Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) barangkali bisa memberi sejumput jawaban. Festival ini lahir di tengah tragedi gempa bumi yang mengguncang Jogja pada. Sebagaimana sejumlah festival film internasional besar yang tercatat dalam sejarah, Cannes, Berlin diselenggarakan sebagai bagian dari ikhtiar membangun kembali kota-kota di Eropa setelah diluluhlantakkan oleh Perang Dunia II. Karena itu, JAFF diniatkan sebagai bentuk dukungan moral bagi masyarakat Jogja yang tengah bangkit dan membangun kembali kotanya. Tak aneh, jika tema yang diusung JAFF adalah �Sinema di Tengah Krisis� (Cinema in the Midst of Crisis).
Festival ini akan diselenggarakan pada 7-12 Agustus 2006 di Benteng Vredenburg, LIP, Studio 21 Ambarukmo Plaza dan Bioskop Mataram. Kami akan mendatangkan 18 film dari seluruh Asia yang bercerita tentang tragedi dan harapan masa depan. Sejumlah film dari Timur Tengah seperti Irak, Iran, Lebanon dan Afganistan akan memberi kejutan bagi penonton Indonesia yang pasti belum terlalu banyak menonton dari wilayah yang terus bergolak itu. Film Asia timur seperti dari Cina, Korea, Taiwan dan Hongkong tentu menawarkan corak yang berbeda dengan film-film Asia yang biasa kita tonton di televisi. Film-film yang kami datangkan menawarkan wajah lain Asia Timur. Film dari negara tentangga seperti Malaysia, Singapura dan Thailand terlalu sayang untuk dilewatkan. Tak ketinggalan, surga film Asia yaitu India akan membuat kita memikirkan ulang Bollywood.
Selain dari luar negeri, kami juga akan memutar film-film terbaru karya anak negeri. Beberapa film yang baru beberapa hari keluar dari ruang editing akan disuguhkan untuk pertama kali untuk publik Yogya. Sebut saja film �Koper� arahan sutradara Richard Oh, �Foto, Kotak dan Jendela�, karya Angga Dwimas Sasongko, dan tentu saja film �Opera Jawa� karya sutradara kenamaan Indonesia Garin Nugroho; yang akan kami daulat menjadi film pembuka pada festival ini.
Selain pemutaran film, kami juga akan menyelenggarakan sejumlah seminar dan workshop. Seminar Internasional bekerjasama dengan Pusat Studi Asia Tenggara UGM bertema �Cinema in The Midst of Crises� akan menghadirkan Wong Tuk Cheong dan Viktor Silakong. Sejumlah produser, sutradara, pengamat film nasional seperti Chand Parwez, Ronny (Video Ezzy), JB Kristanto dan Hanung Bramantyo akan dihadirkan pada seminar �Film Indonesia Keluar dari Kemelut Krisis�. Sejumlah sutradara asing seperti John Torres dan Teoh Guy Hian akan mengisi sesi workshop kami selain sejumlah pelaku film dari tanah air.
Dyna Herlina
Publicist
Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi 0274 543138 atau www.jaff2006.jogja.com