ALASTU BIRABBIKUM
nothing roots us deeper in reality than true love 9 (Van Gogh)
Sebab itulah aku selalu mencari wajahmu
dengan seluruh umurku
Mengapa kita bertemu di terang Hari Alastu
bukan di ujung senja biasa hari Rabu
Atau Sabtu atau Minggu
Ketika kau lukis matahari dengan warna ungu
Dan sapuan pastel limau dan violet
Menyayat urat nadiku setipis silet
Kaulah kesedihan terbesar hidupku
Kaulah akar alam raya nestapaku
Van Gogh menyebutmu cinta sejati
Yang setia kukekalkan dalam duka puisi
Rimbun Dahan, Selangor, 2008
Itu adalah salah satu puisi dari Cecep Syamsul Hari yang ada di majalah Horison edisi April 2008. Selain Cecep ada puisi Sindu Putra yang konon buku puisinya sebentar lagi akan terbit, yang juga dimuat di majalah Sastra tertua di Indonesia ini.
Jamal. D. Rahman memberikan Catatan Kebudayaan yang berjudul Melayu, Puisi, Mantra. Ada essai tentang Sastra Persia dan Dunia oleh Muhammad Zafar Iqbal, Essai 'Mencari Bentuk Sosiologi Sastra Indonesia' oleh Jakob Sumardjo serta cerpen karya Darman Moenir dan Wilson Nadeak.
Pada kolom Kaki Langit edisi kali ini membahas tokoh Bung Hatta tentang Kebangkitan Sastra dan Kebangkitan Politik, Sajak-sajak yang adik-adik dari SMAN 1 Jatiwangi Majalengka Jawa Barat, selain cerpen dan ertikel mengenai pengalaman guru bahasa berjudul 'Menuntun Kreativitas SIswa dalam Menulis Puisi'.
Pembahasan sajak oleh Jamal. D. Rahman, ulasan cerpen oleh Agus. R. Sardjono dan essai proses kreatif Bung Hatta oleh Korrie Layun Rampan.
Lengkap sekali bukan? Nah buat anda yang ingin menyimak dan belajar sastra, anda bisa segera dapatkan majalah ini dengan harga Rp 12.500,-
Silahkan pesan melalui saya, caranya silahkan klik --> http://epriabdurrahman.multiply.com/photos/album/58
atau via email ke epri_ts@yahoo.com
"Orang Berbudaya Baca Sastra"
Salam
Epri Tsaqib