Epri's posts with tag: belajar motivasi

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag belajar motivasi
Blog EntryBersenang-senang dan Membuat Sejarah Apr 21, '08 11:12 PM
for everyone

Saya sedang seru-serunya membaca kisah orang yang sukses dalam usia muda. Selain ketekunan, kemauan yang kuat, dan kepercayaan pada diri sendiri, rupanya ia punya filosofi bisnis yang ia terapkan pada dirinya dan juga pada anggota timnya yang menurut saya sangat menarik.

 

Filosofi ini ia sering tekankan berulang-ulang,”Bekerja Keras, Bersenang-senang dan Membuat Sejarah.”

 

Bagi anda yang mudah berfikir negatif tentu akan menggarisbawahi tanda tanya pada kata-kata ke 2. Ups ...nanti dulu, kalau kita simak betul sang pengusaha memang selalu punya cara untuk menikmati hidup. Sebagai seorang CEO muda yang sebelumnya sudah malang melintang di perusahaan-perusahaan besar di negaranya,  ia tahu betul bagaimana cara mengkombinasikan pekerjaan dengan always having fun.

 

Tidakkah anda tahu, anda mungkin orang yang banyak menghabiskan waktu anda di ruang kerja. Mungkin kalau anda karyawan, setidaknya 8 jam sehari dalam sehari. Yang itu berarti sudah 1/3 dari jatah waktu anda sehari, sementara katakanlah waktu tidur anda 8 jam dan buat anda yang ada di kota besar macam Jakarta, waktu tempuh perjalanan pulang pergi ke kantor sudah memakan waktu setidaknya 2 atau bahkan 1 jam.

 

Bukankah itu berarti sebagian besar waktu anda ada di tempat kerja? Apalagi bila anda adalah tipikal workoholic  pastinya akan lebih banyak lagi waktu yang anda pakai dalam ruang kerja anda bukan? Seorang kawan pernah bercerita bahwa ia sekarang sulit sekali melakukan tilawah [membaca Al-Qur’an] dan jangankan sholat malam, sholat subuh pun selalu kesiangan. Padahal jabatannya semakin tinggi, anak buahnya semakin banyak. Dan katanya ia sering pulang setidaknya sampai tengah malam, bahkan kadang sampai jam 2 pagi dini hari. Wah....kenapa lagi ini?

 

Saya katakan kepadanya bahwa pasti ada yang salah dengan managemen waktu kita. Ada yang miss dalam pola pengaturan pekerjaan antara kita dengan tim. Sederhananya, mungkin kita lupa dengan filosofi kedua tadi, bahwa kita harus bisa menemukan kesenangan tanpa harus kehilangan semangat bekerja keras dan bahkan anda yakin betul bahwa anda sedang MEMBUAT SEJARAH dalam karir dan bisnis anda!.

 

Tokoh yang saya ceritakan tadi bukannya tak suka bekerja keras, bahkan anda lihat, ia menaruh kata itu dalam filosofi pertamanya. Bersenang-senang di sini adalah seni menemukan setiap peluang relaksasi pada pekerjaan dan hidup. Salah satu yang ia lakukan adalah selalu menyediakan waktu bagi dirinya dan keluarganya setelah ia bekerja keras. Ia bahkan bisa melakukan kegiatan semacam games konyol dengan kedua orang tua dan istrinya serta menemukan kenyataan bahwa ternyata ibunya adalah seorang penembak ulung dalam sebuah permainan ”perebutan bendera”. Luar biasa!.

 

Saya sendiri percaya, satu saat saya akan mendapatkan kesuksesan saya. Semua akan tiba pada waktunya, setelah semua harganya cocok [ini pernah saya bahas di topik sebelumnya ya.]. Dan sebagaimana saya, anda juga tentu ingin membuat suasana pekerjaan di tempat anda menjadi sangat fun, Nah tugas anda sekarang adalah untuk segera menemukannya, mengolahnya sebisa anda. Ingat, uang bukan segalanya, kenyamanan, lingkungan yang kondusif, sahabat-sahabat yang mendukung, akan sangat memberi andil besar bagi kesuksesan anda.

 

Dan percayalah, sesukses apapun anda saat ini, bila anda tak menemukan keseimbangan dalam pengolahan waktu kerja dan keluarga anda, maka anda sedang menggali parit besar penuh ranjau bagi kehidupan anda.

 

Wallohu’alam bissawab.

 

 

Epri Abdurrahman Rafi’

**yang selalu ingin belajar dari anda

 

______

 

Coba longok ini -> GERAI BUKU ON-LINE www.geraibuku.multiply.com


Blog EntryIlmu Harus Didatangi...!Mar 28, '08 2:51 AM
for everyone

Alloh Ta'ala Berfirman :

"Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk [340] satu derajat. Kepada masing-masing mereka, Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk [341] dengan pahala yang agung. (Yaitu) beberapa derajat dari padaNya, ampunan serta rahmat. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

[340] Maksudnya : yang tidak berperang karena uzur.
[341] Maksudnya : yang tidak berperang tanpa alasan, sebagian ahli tafsir mengartikan qaa'idiin di sini sama dengan arti qaa'idiin : yang tidak berperang Karena uzur.

Sayyid Quthb dalam tafsirnya menyatakan bahwa ayat ini menunjukkan keutamaan sekaligus kewajiban jihad fii sabiiliLLAAH, beliau menyatakan bahwa tidaklah tertinggal dari jihad di Madinah di zaman Nabi kecuali orang-orang munafiqin Madinah saja, sehingga ALLAH bahkan sampai menghukum 3 orang sahabat karena tidak ikut saat berjihad.

Demikianlah keutamaan orang yang berjihad dengan yang tidak berjihad, bagaikan orang yang berilmu dengan orang yang tidak berilmu. 

Imam As-Suyuthi dalam tafsirnya  menyebutkan saat Khalifah Harun Ar-Rasyid datang ke Madinah, maka utusannya Al-Barmakiy menghadap Imam Malik dan berkata : "Berikan padaku kitab yang engkau tulis agar ia (Harun) bisa mendengarnya darimu!" Maka jawab Imam Malik : "Sampaikan salamku padanya & katakan padanya bahwa INNAL 'ILMA YU'TAA WALAA YA'TII (Ilmu itu harus didatangi dan bukan ia yang mendatangimu)!" Lalu Harun Ar-Rasyid mendatanginya & Imam Malik menasihatinya sehingga khalifah tersebut berlinangan airmata, lalu Imam Malik menyampaikan hadits tentang ayat ini (QS. An-Nisa', 95) berikut sanadnya [a].

[a] Dari Ibnu Fahr dalam kitabnya Fadha'ilu Maalik dan dari Ibnu Asakir dari jalan AbduLLAH bin Rafi'.

***Kajian ini sebenarnya belum selesai, karena saya harus buru-buru jemput istri dan anak-anak ada kajian Islam sore ini. Nanti  saya teruskan lagi ya...***

Wassalamu 'alaikum warohmatulloh

 

Epri Tsaqib


Istri saya beberapa waktu gelisah (mungkin kegelisahan yang juga dialami banyak ibu-ibu rumah tangga lainnya) yang dipusingkan dengan harga bahan-bahan pokok sehari-hari di pasar yang meningkat.

 

Yang paling mencolok mungkin harga minyak goreng, harganya sempat melonjak hingga mencapai Rp 15.000,-/liter di pasaran dari harga normal yang semula sekitar Rp 9.000/liter.  Demikian juga sayur mayur, cabe merah dan beras.

 

Bagi orang dengan penghasilan yang besar barangkali kenaikan ini tidak terlalu mengganggu kondisi keuangan rumah tangga mereka, tapi bagi orang-orang kecil seperti kami, kenaikan seperti ini biasanya akan sangat terasa. Terlebih lagi saudara-saudara kita yang sumber penghasilannya sangat tergantung dari minyak goreng, seperti tukang kerupuk, tukang makanan gorengan di pinggir-pinggir jalan yang biasa kita lihat, dan lain-lain. Merekalah yang paling terpukul dengan gejolak harga semacam ini.

 

Di sisi lain, kalau kita melihat berita di layar kaca. Rasa-rasanya saya dan keluarga alhamdulillah masih bisa merasa lebih bersyukur. Pasalnya, di saat yang sama hujan deras yang mengguyur Indonesia belakangan ini mengakibatkan gelombang banjir kedua di beberapa daerah di Jawa Tengah dan sekitarnya yang di lalui Sungai Bengawan Solo. Sehingga saudara-saudara sebagain harus mengungsi menyelamatkan keluarganya.

Di samping itu sawah-sawah mereka juga ikut terendam sehingga terjadi gagal panen.

 

Beberapa hari lalu, kawan-kawan di kantor juga bercerita, bahwa belum pernah terjadi sebelumnya jalan di depan kantor kami itu kebanjiran. Akan tetapi dengan curah hujan yang sangat deras itu, air meluap hingga sedengkul orang dewasa.

 

Di saat yang sama, kita juga sudah mulai sering mendengar kasus-kasus busung lapar banyak terjadi di beberapa daerah di tanah air. Anak-anak dengan berat badan yang sangat di bawah standar terlihat di mana-mana. Di NTT, NTB, Tangerang bahkan Ibukota kita sendiri Jakarta. Yang paling parah adalah yang terjadi di Makassar di mana akhirnya SEORANG ibu yang sedang hamil tujuh bulan meninggal dunia bersama anaknya yang berusia lima tahun. Mereka meregang nyawa di rumah mereka yang terletak di sebuah sudut Kota Makassar.

 

Kematian istri dan anak dari keluarga penarik becak di Makassar ini semula dianggap sebagai tragedi kemanusiaan biasa. Tetapi kemudian menjadi luar biasa ketika diketahui bahwa kematian mereka disebabkan oleh ketiadaan beras untuk makan.Kemiskinan telah membuat seorang ibu [Daeng Basse namanya] membuat keputusannya sendiri menjadi  tragedi, ia akhirnya memilih mengakhiri hidupnya karena ketiadaan apa-apa lagi untuk dimakan hari  itu.

 

Hiks...saya baca berita tentang keluarga ibu di sebuah harian media massa nasional, hati saya begitu miris. Memang di satu sisi saya masih bisa bersyukur dengan kehidupan keluarga saya yang alhamdulillah mesti harus jatuh bangun cari tambahan, dapur kami masih bisa ’ngebul’. Meski keluhan di akhir bulan masih keluar karena uang belanja sudah tidak cukup untuk menggenapi makan pengeluaran bulanan, alhamdulillah semua masih bisa diatasi.

 

Tapi bagaimana dengan wajah-wajah tak berdosa anak-anak yang raut mukanya menjadi jauh lebih tua karena begitu kurusnya itu ...?? Ya Alloh....saya jadi teringat dulu pernah mendapat tugas mengunjungi secara langsung nasib anak-anak yang mengalami hal seperti itu di NTB. [Salah satu kisahnya bisa dilihat di sini à http://portalinfaq.org/p01x13_program_article_view.php?article_id=242&program_id=218  judulnya ”Kita Tak Pantas Mencium Bau Syurga”]

 

 

Saya kira sejak kejadian itu, saya tak akan pernah lagi mendengar berita semacam ini di negri kita, akan tetapi pada hari-hari belakangan ini realitas telah menunjukkan wajah aslinya di depan kita.

 

Saya tidak ingin menyalahkan siapa-siapa, karena meski saya bukan bagian dari Penguasa atau Pemerintah, saya juga masih bekerja di sebuah NGO yang juga punya tugas yang sama beratnya meski dalam kapasitas dan kemampuan penggalangan finansial yang jauh lebih kecil dari para Penguasa itu. Sekedar ingin menggambarkan bahwa mengurus negara sebesar Indonesia dengan 230 juta jiwa lebih dengan segala macam tumpukan persoalannya memang bukan perkara yang ringan.

 

 

Akan tetapi, saya yakin bahwa persoalan mendasar semacam ini sesungguhnya masih bisa diatasi kalau kita semua mau secara serius berusaha dan mau menunjukkan keberpihakan kepada orang-orang seperti saudara-saudara kita yang kurang beruntung itu. Anda tentu belum lupa bukan? Beberapa waktu yang lalu ada berita tentang seorang anak kecil yang tertangkap tangan mencuri karena harus membayar tunggakan biaya SPP yang menunggak di sekolahnya. Ibunya sampai tak bisa berbicara ketika diwawancara sebuah stasiun swasta, karena selama ini anak lelakinya itu dikenal sangat pendiam dan penurut serta tidak pernah bertingakah dan bergaul yang aneh-aneh. [Silahkan klik di sini untuk berita selengkapnya à http://www.prakarsa-rakyat.org/artikel/news/artikel.php?aid=25737

 

Rasa-rasanya kita masih bisa memulai dengan hal kecil saja untuk mulai berbagi sejak hari ini. Coba tengok-tengok lagi, jangan-jangan ada anak tetangga kita yang bernasib sama seperti nasib Rendi tadi itu. Mungkin dengan sedikit kepedulian kita menyisihkan rezeki yang diberikan Alloh kepada kita setiap bulan. Ada sedikit senyum kebahagiaan yang bisa kita lihat dari anak-anak seperti Rendi. Dan karenanya dia tak harus tertangkap tangan karena nekat mencuri. Apalagi seperti Daeng Basa yang mengambil keputusan sendiri dengan membunuh anak-anaknya. Mudah-mudahan berita seperti ini tak perlu kita dengar lagi.

 

Saya menutup tulisan ini dan mengaminkannya beberapa kali dalam hati saya, yang masih saja terasa gerimis sejak tadi. Entah kenapa.

 

Wallohu ’alam bissawab.

Epri Abdurrahman Rafi'

 http://portalinfaq.org/g02x01_article_view.php?article_id=713

 

www.portalinfaq.org

www.pondokyatim.multiply.com


Blog EntryAlfabet Keberhasilan Pribadi Mar 16, '08 5:15 AM
for everyone

Menurut pakarnya, manusia sukses tidak cuma dari IQ saja. Peran EQ (Emotional Intelligence) pada kesuksesan bahkan melebihi porsi IQ. Seorang pakar EQ bernama Patricia Patton memberikan tips bagaimana kita menemukan dan memupuk harga diri, yang disebutnya alfabet keberhasilan pribadi.

Semoga bermanfaat ya..

Epri Abdurrahman Rafi'

------------------------------------------------

Yuk kita lihat apa maksudnya :

A : Accept.
Terimalah diri anda sebagaimana adanya.

B : Believe.
Percayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang anda inginkan dalam hidup.

C : Care.
Pedulilah pada kemampuan anda meraih  apa yang anda inginkan dalam hidup.

D : Direct.
Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri.

E : Earn.
Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang terbaik.

F : Face.
Hadapi masalah dengan benar dan yakin.

G : Go.
Berangkatlah dari kebenaran.

H : Homework.
Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi.

I : Ignore.
Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan anda mencapai tujuan.

J : Jealously.
Rasa iri dapat membuat anda tidak menghargai kelebihan anda sendiri.

K : Keep.
Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal.

L : Learn.
Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya.

M : Mind.
Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang lain.

N : Never.
Jangan terlibat skandal seks, obat terlarang, dan alkohol.

O : Observe.
Amatilah segala hal di sekeliling anda.
Perhatikan, dengarkan, dan belajar dari orang lain.

P : Patience.
Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat anda terus berusaha.

Q : Question.
Pertanyaan perlu untuk mencari jawaban yang benar dan menambah ilmu.

R : Respect.
Hargai diri sendiri dan juga orang lain.

S : Self confidence, self esteem, self respect.
Percaya diri, harga diri, citra diri, penghormatan diri akan membebaskan kita dari saat-saat tegang.

T : Take.
Bertanggung jawab pada setiap tindakan anda.

U : Understand.
Pahami bahwa hidup itu naik turun, namun tak ada yang dapat mengalahkan anda.

V : Value.
Nilai diri sendiri dan orang lain, berusahalah melakukan yang terbaik.

W : Work.
Bekerja dengan giat, jangan lupa berdoa.

X : X'tra.
Usaha lebih keras membawa keberhasilan.

Y : You.
Anda dapat membuat suatu yang berbeda.

Z : Zero.
Usaha nol membawa hasil nol pula.


Saya mendengar ada sebuah buku yang membahas perilaku orang Indonesia terbit di Jepang dan ditulis oleh orang Jepang yang pernah tinggal lama di Indonesia. Judul asli bukunya adalah Fuhai to Kanyo Indonesia Bisunese [Korupsi dan Toleransi dalam Bisnis Indonesia].

Buku ini menggambarkan sifat orang Indonesia yang RAMAH dan TINGGI sifat TOLERANNYA. Sayangnya dikotori korupsi yang telah merajalela. Sikap toleransi terlalu berlebihan sehingga malah memperkuat terjadinya korupsi dan mengganggu kelancaran bisnis profesional. Memang dalam pergaulan sesama manusia, sifat toleransi ini adalah sifat yang bagus, tapi hal ini tidak berlaku kalau muncul di dalam dunia bisnis.

'Budaya' jam karet adalah salah satu contoh sifat toleransi yang tidak bisa diterapkan pada masalah bisnis. Sebab mengapa hukuman terhadap orang yang melakukan korupsi masih saja ragu-ragu untuk diberikan, mungkin karena sifat orang kita yang terlalu baik hati dan bertoleransi. [dikutip dari tulisan Bapak Purwadi Raharjo].

Pasti bukan cuma saya yang merasa miris dengan budaya jam karet yang sudah bagai Gurita Raksasa di negri ini. Di kantor-kantor [Negri maupun swasta], di tempat-tempat acara formal [apalagi informal] sudah menjadi rahasia umum kalau panitia membuat jadwal lebih dimajukan daripada waktu mulai acara yang sebenarnya untuk mengantisipasi hadirin yang biasanya lebih banyak terlambat daripada yang on-time.

Artinya seringkali panitia pelaksana suatu acara juga bersikap TIDAK ADIL dengan orang-orang yang datang duluan alias on-time schedule dan lebih suka memundurkan acara dalam rangka menunggu orang-orang yang datangnya terlambat. Dengan kata lain dalam kasus ini yang datang on-time malah DIHUKUM untuk menunggu orang-orang yang terlambat. Luar biasa bukan?

Kelihatannya sepele tapi inilah yang sering terjadi, termasuk bila kita membuat janji dengan orang lain kemudian kita terlambat dan membuat rekan kita itu menunggu begitu lama dan ketika datang tak ada permintaan maaf sama sekali atau upaya menjelaskan keterlambatan dengan memberi kabar sebelumnya. Wah...saya yakin anda semua pernah mengalaminya bukan berhadapan dengan orang semacam ini? Bagaimana perasaan anda saat menunggu si tukang telat ini?

Atau pernahkah anda merasakan membuat janji dengan seseorang dan orang itu membatalkannya begitu saja ketika anda sudah sampai di tempat anda membuat janji dengan orang itu? Atau anda pernah menjadi orang yang membuat janji itu lalu membatalkannya seketika? Putarlah lagi waktu anda untuk mengingatnya! Kalau sudah, ingatlah rekan anda yang anda Zalimi itu berjanjilah dalam hati untuk menjadikan hal ini sebagai yang terakhir kalinya.  </p>

Toleransi terhadap 'koruptor' yang dilakukan pihak peradilan dan petinggi di negri ini sebagaimana ditulis di buku itu, boleh jadi bermula dari rasa toleransi kita yang begitu tinggi kepada si tukang telat dan kita lakukan setiap hari sehingga wajar saja, untuk hal sebesar itu kita juga terbiasa bersikap toleran. [habis sudah biasa RAMAH sih..Hiks...]

Kita semua sepakat, bahwa perubahan besar selalu dimulai dari hal-hal kecil. Saya percaya banyak kisah keberhasilan dan sukses orang-orang besar dalam karir dan perjalanan hidupnya karena melakukan kebaikan-kebaiakan kecil dan terus menerus memepertajamnya. Kalau anda tak mau menjadi bagian yang ditulis oleh orang Jepang di dalam bukunya itu, mulai kini janganlah lagi bertoleransi dengan budaya jam karet!.

Tidak ada kesempurnaan akal melebihi perencanaan (yang baik dan matang) dan tidak ada kedudukan yang lebih tinggi dari akhlak yang luhur. Tidak ada wara' yang lebih baik dari menjaga diri (memelihara harga dan kehormatan diri), dan tidak ada ibadah yang lebih mengesankan dari tafakur (berpikir), serta tidak ada iman yang lebih sempurna dari sifat malu dan sabar. (HR. Ibnu Majah dan Ath-Thabrani)

Wallohu ’alam bissawab

Epri Abdurrahman Rafi'


Blog EntryFUTUR [Stagnan ba'da Dinamis]Feb 21, '08 9:07 AM
for everyone
Tak sengaja saya menemukan puisi ini dari blognya Abu Nawas2 [makasih ya Abu] mungkin ada di antara anda yang sedang mengalami hal ini? Simak saja baik-baik ....

Salam

Epri Tsaqib
www.pondokyatim.multiply.com
--------------------------------------------

 Ane ini sedang futur
terbukti dengan dateng ogah-ogahan ke pengajian tiap pekan
dengan alasan klasik, kuliahlah, sekolahlah, lelahlah, sibuklah, inilah, itulah

Ane ini sedang futur
jarang baca buku tentang islam,
lagi demen baca koran
dulu tilawah tidak pernah ketinggalan
sekarang satu lembar udah lumayan
tilawah udah kagak lagi berkesan
nonton layar emas ketagihan

Ane ini sedang futur
mulai males shalat malam
jarang bertafakur ba'da shubuh, kanan kiri salam
lantas mendengkur
apalagi waktu libur sampai menjelang zuhur

Ane ini sedang futur
lihat perut ane semakin buncit
karena junk food 'n pangsit
kalo infaq mulai sedikit dan pelit
apalagi shoum sunnah perut rasanya begah

Ente tau ane lagi futur
sedikit dzikir banyakkan tidur
belajar ngawur rengking pun ancur
shohib-shohib kagak ada yang negur

Ente tau ane lagi futur
hati beku otak ngelantur
mikirin orang sedulur
diri sendiri kagak pernah ngukur

Ente tau lah ane sekarang
seneng duduk di kursi goyang
perut kenyang
hati melayang
mulut sibuk ngomongin orang
aib sendiri kagak kebayang

Ente tau ane bengal
bangun malam sering jarang
otak bebal banyak mengkhayal
udah lupa yang namanya ajal

Ente tau ane begini
udah sok tau seneng dipuji
ngomong sok suci kayak murobbi
kagak ngaca diri sendiri

Ente tau ane gegabah
petantang-petenteng merasa gagah
diri ngaku ikhwah
kalo mau muhasabah
diri itu gak beda sama sampah

Ente tau ane sekarang
udah kalah di medan perang
ane pengen pulang kandang
ke tempat ane dulu datang

Ane ini lagi futur
tak lagi pandai bersyukur
seneng disanjung dikritik murung

Ane ini lagi futur
males ngurusin dakwah
rajin bikin ortu marah
sedikit sekali muhasabah
sering sekali mengghibah

Ya, ane memang lagi futur
mengapa ane futur?
mengapa tak ada satu ikhwah pun yang menegur dan menghibur
kenapa batas-batas mulai mengendur
kepura-puraan, basa-basi kelakuan makin subur
kenapa di antara kita sudah tidak jujur
kenapa ukhuwah di antara kita sudah mulai luntur
kenapa di antara kita hanya pandai bertutur

ya Allah berikan hambamu ini pelipur
agar saya tak semakin futur
apalagi semakin tersungkur
bersegeralah menuju ampunan Allah

----------------------------------

Sahabat, yang paling saya ingat obat mujarab alias cespleng mengatasi futur adalah Membaca, merenung dan memikirkan kandungan al-Quran.
Allah Berfirman : “Dan Kami turunkan al-Quran sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat kepada orang yang beriman.” (Surah al-Isra, ayat 82)

Ada dua perkara yang dianjurkan Ibnul Qayyim bagi mengatasi kemalasan daripada kekerasan hati.

Pertama, bertafakur dan alihkan hatimu dari dunia untuk beberapa waktu, lalu ditempatkan di akhirat.

Kedua, hadapkan seluruh hatimu pada pengertian al-Quran, memikirkan dan memahami apa yang dimaksudkan serta mengapa ia diturunkan. Hayati semua ayatnya. Jika suatu ayat diturunkan untuk mengubat hati, maka dengan izin Allah hati itu pun akan sembuh.

Hal lain yang paling saya ingat adalah Bersegera mengingat kematian. Bahwa hidup kita fana, bahwa karunia Alloh yang tak terkira ini yakni HIDUP kita waktunya terbatas. Bahwa seberapapun hebatnya kita sebagai orang kaya, orang pinter, berkedudukan, terkenal dsb, dst nya tetap saja entah besok atau lusa atau tahun depan, satu saat kita akan terbujur di kuburan. Dan tidak ada satupun sahabat bahkan pasangan kita [yang katanya akan selalu setia] mau mendampingi kita di liang kubur kita yang gelap dan banyak cacing itu....hiiiii....

Dengan begitu insyaAlloh hati kita akan segera 'hidup' dan bangkit dari futur.

Rasulullah bersabda: “Dulu aku melarangmu menziarahi kubur, ketahuilah, sekarang ziarahilah kubur kerana itu boleh melunakkan hati, membuat mata menangis, mengingatkan hari akhirat dan janganlah kamu mengucapkan kata-kata yang kotor.” (Hadis riwayat Hakim)

Segitu dulu ya, InsyaAlloh di artikel berikutnya saya copikan obat-obat mujarab lainnya agar tidak mudah futur. So, kalau sahabat lagi futur. Itu juga wajar kok namanya iman kan turun naik. Yang penting jangan turun terus dan tak naik-naik..itu mah namanya betah! hehehe...

Al-Faqir


Epri Abdurrahman Rafi'

Blog Entry3 Bentuk Wajah Yang Anda IdamkanJan 29, '08 4:03 AM
for everyone

Mungkin anda belum pernah membayangkan, akan seperti apa wajah anda pada saat dibangkitkan pada hari kiamat kelak. Sebagai lanjutan dari hadits-hadits tentang sholat berjamaah, silahkan anda simak. Dan bagi anda yang bisa membantu saya siapa perowinya bisa dishare di sini ya.

Terimakasih.

Epri Abdurrahman Rafi'

--------------------------------------------------------

Kelak pada hari kiamat, ada sekelompok orang yang dibangkitkan dalam keadaan wajah-wajah mereka laksana bintang gemerlapan. Malaikat akan bertanya kepada mereka :”Apa gerangan amal - amal kalian?”

Dan mereka pun menjawab, ”Kami dahulu apabila mendengar adzan segera bangkit dan berwudhu, tak satupun menyibukkan diri kami selain darinya”


Kemudian akan di bangkitkan sekelompok orang lainnya, wajah-wajah mereka laksana bulan purnama, setelah ditanya mereka menjawab,”Kami selalu berwudhu sebelum masuk waktu sholat”

Dan terakhir, akan dibangkitkan sekelompok lainnya yang wajah-wajah mereka laksana matahari, mereka akan menjawab,”Kami selalu mendengar adzan dari dalam masjid.”

Yang terakhir ini tingkatannya jauh lebih tinggi dari 2 yang sebelumnya. Jadi mulai kini, anda dan saya harus berpacu menjadi yang terbaik di hadapan Alloh. Tak peduli seberapa sibukpun kita. Amin.

 


Blog EntryAgar Jiwa Kita Senantiasa 'Hidup'*Jan 25, '08 2:04 AM
for everyone

Rosululloh pernah berdo’a seperti ini,

 

“Ya Alloh, sungguh aku memohon kepadaMU dengan segala nama yang jadi milikMU. Yang Engkau namakan dengannya diriMU, atau yang Engkau ajarkan kepada seorang dari makhlukMU, atau yang KAU simpan dalam perbendaharaan ghaib di sisiMU.......”

 

Setelah Rosululloh menguraikan begitu detail tentang kesempurnaan Alloh melalui nama dan sifatNYA yang mulia, beliau mengatakan .....

 

“Ya Alloh......Jadikanlah Al-Qur’an yang mulia kesuburan hatiku dan cahaya dadaku serta menjadi tempat melepaskan segala kesusahanku dan menghilangkan duka-citaku.....”

 

Lihatlah, bagaimana Rosululloh Muhammad S.A.W memiliki perasaan yang amat kuat dengan Al-Qur’an terkait dengan kondisi jiwanya. Sungguh sangat indah sekali.

 

Dan di akhir hadits Riwayat Ahmad itu Rosululloh mengatakan,

 

“Tidaklah seorang hamba membaca do’a tersebut melainkan Alloh akan menghilangkan rasa sedihnya dan akan menggantikannya dengan kegembiraan.”

 

Subhanalloh wal Hamdulillah...

 

Sahabatku,

Terlalu keraskah hati kita hingga begitu jarang Al-Qur’an yang mulia dan pasti kebenarannya itu kita baca, membasahi bibir dan hati kita??

 

Terlalu sibukkah kita? Hingga begitu banyak hari berlalu tanpa melantunkan bait-baitnya yang mampu menggetarkan setiap jiwa?

 

MasyaAlloh....

 

Mari kita mulai dari sekarang, menjadikannya menu harian bacaan kita...Bismillah...[termasuk mengingati diri saya sendiri ..hiks...]

 

 

PS : Bagi yang belum pernah membacanya, rasakanlah keajaiban yang akan turun di dada anda saat membacanya. Bagi yang sudah lama tidak membacanya silahkan rasakan jg suasana jiwa setelah membacanya lamat-lamat...

 

 

*Diambil dari Nasihat Ruhaniyat Majalah Tarbawi ; diedit secukupnya oleh Al-Faqir Epri Abdurrahman Rafi'


Blog EntryBerjamaahlah...!Jan 24, '08 1:37 AM
for everyone

Saya pernah menuliskan bagaimana efek sholat yang khusyu’ bagi jiwa dan perilaku kita di luar sholat. Kali ini saya lebih ingin anda dan saya lebih mendisplinkan diri dulu kepada sholat wajib, karena sesungguhnya di dalam sholat yang wajib saja apabila kita melakukannya dengan benar maka sungguh begitu banyak manfaat yang akan kita dapatkan pada diri kita.

 

Berikut ini beberapa motivasi yang diberikan Alloh dan RosulNYA Nabi Muhammad berkenaan sholat berjamaah. Semoga bermanfaat bagi kita semua ya…

 

Wallohu'alam bissawab

 

Epri Abdurrahman Rafi'

------------------------------

Bismillahirrohmanirrohim 

Apabila kamu melihat orang yang terbiasa masuk masjid maka saksikanlah bahwa dia beriman karena sesungguhnya ALLAH telah berfirman dalam Al-Qur’an Surat At - Taubah ayat 18 :

“Hanyalah orang-orang yang memakmurkan masjid-masjid Alloh-lah orang-orang yang beriman & hari kemudian,  serta tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat dan  tidak takut kepada siapapun selain kepada ALLAH. Maka merekalah orang - orang yang termasuk golongan orang - orang yang mendapat petunjuk. ”

Barang siapa mengerjakan sholat berjama’ah, maka ia telah mengisi penuh tubuhnya dengan ibadah. ” (Al Hadits)

”Shalat berjamah lebih utama daripada  sholat sendirian, sebanyak dua puluh tujuh derajat. ” ( HR. Bukhari, Muslim, Nasa’i, Tirmidzi, Malik, dan Ahmad).

”Batas antara kita dengan orang - orang munafik adalah menghadiri Sholat Isya dan Sholat Subuh Sebab orang - orang munafik tidak sanggup menghadiri kedua sholat tersebut. ” (HR. Imam Malik )

Sholat terberat bagi orang-orang munafik adalah sholat Isya dan Sholat Subuh. Padahal seandainya mereka mengetahui pahala yang ada pada kedua sholat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya sekalipun harus merangkak!” (HR. Ahmad)

”Barang siapa yang Sholat Isya berjamaah maka seakan - akan dia telah melaksanakan sholat setengah malam. Dan barangsiapa sholat Subuh berjama’ah, maka seakan - akan dia telah melaksanakan sholat satu malam penuh. ” (HR. Muslim)

“Dua raka’at Fajar (sebelum Shubuh) lebih baik daripada dunia seisinya.” (HR Muslim)

 

”Barang siapa mengerjakan sholat-sholatnya selama empat puluh hari dalam jama’ah, tidak ketinggalan satu takbiratul ihram pun, maka ALLAH SWT akan menuliskan baginya dua kebebasan : kebebasan dari kemunafikan dan kebebasan dari api neraka.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad)

 InsyaAlloh di tulisan berikutnya akan saya lanjutkan dengan fadhilah lain yang Alloh janjikan dengan kedislinan kita sholat berjamah, semoga menjadi motivasi dan perhatian utama dalam diri kita serta mohon maaf bila ada kekurangan ya...  


Blog EntryIf You Believe You Will Achieve...!Jan 22, '08 2:11 AM
for everyone

Saya dapat kata-kata bagus dari seorang motivator yang cukup terkenal di Australia, Paul Hana. Diambil dari salah satu bukunya  Believe and Achieve yang menurut saya mungkin bisa berguna bagi kita semua. Semacam KREDO Bagi Sang Optimis untuk lebih memperbaiki kualitas hidupnya dari waktu ke waktu.

Semoga berguna bagi anda ya....  Salam

Epri Tsaqib

-----------------------------------

Saya berjanji :

   1. Untuk menjadi kuat agar tidak ada yang bisa mengganggu kedamaian pikiran saya


   2. Untuk berbicara tentang kesehatan, kebahagiaan, dan kesejahteraan dengan setiap orang yang saya temui


   3. Untuk membuat semua sahabat saya berfikir bahwa mereka memiliki potensi


   4. Untuk memandang segala hal dari sisi yang baik dan mewujudkan optimisme saya


   5. Untuk berfikir tentang hal yang terbaik, bekerja untuk yang terbaik dan mengharapkan yang terbaik


   6. Untuk bersikap antusias terhadap kesuksesan orang lain seperti saya antusias terhadap kesukesan saya sendiri


   7. Untuk melupakan kesalahan masa lalu dan meneguhkan hati untuk meraih kesuksesan yang lebih tinggi di masa depan


   8. Untuk selalu menampakkan air muka bahagia dan memancarkan senyum untuk setiap makhluk hidup yang saya temui


   9. Untuk menyediakan banyak waktu bagi perbaikan diri agar saya tidak memiliki waktu untuk mengkritik orang lain


  10. Untuk menjadi terlalu lapang dada untuk khawatir, terlalu mulia untuk marah, terlalu berani  untuk takut, dan terlalu bahagia untuk membiarkan masalah hadir.

 

Anda sudah mencatat salah satunya dalam kamus pikiran anda hari ini? Hehehe...silahkan jawab sendiri ya...

 

Epri Abdurrahman Rafi'

 


Blog EntryMenjadi Yang Terbaik di Saat Sulit! Jan 18, '08 3:27 AM
for everyone

Dulu banget, saya pernah mendengar sebuah wawancara antara seorang artis kondang di zamannya pembuat lagu Jogjakarta ( tak  usah saya tulis mestinya kamu yang generasi jadul dah pasti tahu lah ya  ) dengan seorang penyiar di sebuah stasiun radio swasta.

 

Si penyiar tanya kenapa ia dulu bisa membuat album yang menurut si penyiar hampir semua lagunya enak-enak dan menurut dia kok belakangan ia tak se-ok dulu lagi dalam menulis dan membuat lagu.

 

Sang vokalis menjawab,”Mungkin dulu itu saya membuat lagu karena posisi saya serba terdesak, hidup sulit dan harus bertahan hidup. Kami berjuang betul agar lagu-lagu itu bisa masuk dapur rekaman” begitu katanya singkat.

 

Ternyata kreativitas yang bagus seringkali justru bisa muncul kalau ada factor keterdesakkan. Situasi sulit yang membuat seseorang mau tidak mau ”dipaksa” memberikan yang terbaik agar dapat terpenuhi hajat utamanya adalah faktor pendorong yang membuat siapapun termasuk seniman akan berkarya lebih optimal.

 

Lewat kisah di atas,  saya cuma mau bilang bahwa bila sahabat sekalian sedang berada di bawah atau dalam posisi 4S alias ”Semua Sedang Serba Sulit”  maka janganlah berkecil hati. Sebab boleh jadi sahabat sekalian sedang dalam sebuah titik balik alias sedang dipersiapkan membuat karya-karya terhebat sepanjang hidup anda.

 

Sudah terlalu banyak bukan orang-orang yang sukses setelah didera begitu banyak kesulitan-kesulitan dalam hidupnya? Bukankah Al-Qur'an juga menyebut "Selalu ada kemudahan setelah kesulitan-kesulitan"  [QS 94 / Alam Nasyroh] bahkan firman Alloh itu sampai diulang 2 kali di surat yang sama?

 

So, mulailah fikirkan apa yang menjadi kelebihan kita, yang membuat adrenalin kita terpacu cepat dan begitu bersemangat dalam melakukan suatu karya. Segeralah berbuat dan lakukan saat ini juga. Karena boleh jadi itu adalah karya terbaik anda.

 

Tetap Semangat!

 

Wallohu ’alam bissawab

 

 

 Epri Abdurrahman Rafi’


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.