
Tak sengaja saya menemukan puisi ini dari blognya Abu Nawas2 [makasih ya Abu] mungkin ada di antara anda yang sedang mengalami hal ini? Simak saja baik-baik ....
Salam
Epri Tsaqib
www.pondokyatim.multiply.com
--------------------------------------------
Ane ini sedang futur
terbukti dengan dateng ogah-ogahan ke pengajian tiap pekan
dengan alasan klasik, kuliahlah, sekolahlah, lelahlah, sibuklah, inilah, itulah
Ane ini sedang futur
jarang baca buku tentang islam,
lagi demen baca koran
dulu tilawah tidak pernah ketinggalan
sekarang satu lembar udah lumayan
tilawah udah kagak lagi berkesan
nonton layar emas ketagihan
Ane ini sedang futur
mulai males shalat malam
jarang bertafakur ba'da shubuh, kanan kiri salam
lantas mendengkur
apalagi waktu libur sampai menjelang zuhur
Ane ini sedang futur
lihat perut ane semakin buncit
karena junk food 'n pangsit
kalo infaq mulai sedikit dan pelit
apalagi shoum sunnah perut rasanya begah
Ente tau ane lagi futur
sedikit dzikir banyakkan tidur
belajar ngawur rengking pun ancur
shohib-shohib kagak ada yang negur
Ente tau ane lagi futur
hati beku otak ngelantur
mikirin orang sedulur
diri sendiri kagak pernah ngukur
Ente tau lah ane sekarang
seneng duduk di kursi goyang
perut kenyang
hati melayang
mulut sibuk ngomongin orang
aib sendiri kagak kebayang
Ente tau ane bengal
bangun malam sering jarang
otak bebal banyak mengkhayal
udah lupa yang namanya ajal
Ente tau ane begini
udah sok tau seneng dipuji
ngomong sok suci kayak murobbi
kagak ngaca diri sendiri
Ente tau ane gegabah
petantang-petenteng merasa gagah
diri ngaku ikhwah
kalo mau muhasabah
diri itu gak beda sama sampah
Ente tau ane sekarang
udah kalah di medan perang
ane pengen pulang kandang
ke tempat ane dulu datang
Ane ini lagi futur
tak lagi pandai bersyukur
seneng disanjung dikritik murung
Ane ini lagi futur
males ngurusin dakwah
rajin bikin ortu marah
sedikit sekali muhasabah
sering sekali mengghibah
Ya, ane memang lagi futur
mengapa ane futur?
mengapa tak ada satu ikhwah pun yang menegur dan menghibur
kenapa batas-batas mulai mengendur
kepura-puraan, basa-basi kelakuan makin subur
kenapa di antara kita sudah tidak jujur
kenapa ukhuwah di antara kita sudah mulai luntur
kenapa di antara kita hanya pandai bertutur
ya Allah berikan hambamu ini pelipur
agar saya tak semakin futur
apalagi semakin tersungkur
bersegeralah menuju ampunan Allah
----------------------------------
Sahabat, yang paling saya ingat obat mujarab alias cespleng mengatasi futur adalah
Membaca, merenung dan memikirkan kandungan al-Quran.Allah Berfirman :
“Dan Kami turunkan al-Quran sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat kepada orang yang beriman.” (Surah al-Isra, ayat 82)
Ada dua perkara yang dianjurkan Ibnul Qayyim bagi mengatasi kemalasan daripada kekerasan hati.
Pertama, bertafakur dan alihkan hatimu dari dunia untuk beberapa waktu, lalu ditempatkan di akhirat.
Kedua, hadapkan seluruh hatimu pada pengertian al-Quran, memikirkan dan memahami apa yang dimaksudkan serta mengapa ia diturunkan. Hayati semua ayatnya. Jika suatu ayat diturunkan untuk mengubat hati, maka dengan izin Allah hati itu pun akan sembuh.
Hal lain yang paling saya ingat adalah Bersegera mengingat kematian. Bahwa hidup kita fana, bahwa karunia Alloh yang tak terkira ini yakni HIDUP kita waktunya terbatas. Bahwa seberapapun hebatnya kita sebagai orang kaya, orang pinter, berkedudukan, terkenal dsb, dst nya tetap saja entah besok atau lusa atau tahun depan, satu saat kita akan terbujur di kuburan. Dan tidak ada satupun sahabat bahkan pasangan kita [yang katanya akan selalu setia] mau mendampingi kita di liang kubur kita yang gelap dan banyak cacing itu....hiiiii....
Dengan begitu insyaAlloh hati kita akan segera 'hidup' dan bangkit dari futur.
Rasulullah bersabda: “Dulu aku melarangmu menziarahi kubur, ketahuilah, sekarang ziarahilah kubur kerana itu boleh melunakkan hati, membuat mata menangis, mengingatkan hari akhirat dan janganlah kamu mengucapkan kata-kata yang kotor.” (Hadis riwayat Hakim)
Segitu dulu ya, InsyaAlloh di artikel berikutnya saya copikan obat-obat mujarab lainnya agar tidak mudah futur. So, kalau sahabat lagi futur. Itu juga wajar kok namanya iman kan turun naik. Yang penting jangan turun terus dan tak naik-naik..itu mah namanya betah!

hehehe...
Al-Faqir
Epri Abdurrahman Rafi'