Rekan-rekan Apresiasi Sastra mengadakan hajatan sastra di atas kereta api pada tanggal 3-4 Mei yang baru lalu. Idenya dari Kang Sigit yang merasa 'iri' dengan para sastrawan dunia yang melakukan perjalanan sastra dengan trem di Eropa. Kang Sigit ini saat ini tinggal di Swiss dengan istrinya.
Di kota Solo kebetulan ada jalur kereta api yang melintasi jalan raya kota di tengah-tengahnya. Jadi memang bagus banget, unik dan seru sekali. Oiya sebelum berkereta dan bersastra, malamnya kami habiskan waktu menikmati kota Solo sambil lesehan dan makan Soto yang nikmat sambil menikmati pengamen jalanan yang kami minta menyanyikan lagu Jawa. Salah seorang rekan kami pak Yahya ikut meramaikan suasana dengan memainkan serulingnya duet dengan pengamen itu.
Paginya kami berangkat, di atas kereta kami baca puisi, ada yang launching buku kumcer (ini buku ke 16-nya kebetulan), ada yang bicara opini sastra (orangnya keberatan kalau dibilang kritik sastra soalnya :) ), ada yang resensi novel terjemahan, selingan humor dan tak lupa bernyanyi bersama lagu "Indonesia Tanah Air Beta" wah nasionalis sekali, tapi lagu terasa indah sekali kalau dinyanyikan bersama di atas kereta, sungguh loh. ( taelah...:)).
Kami juga kedatangan tamu dari Jepang, seorang peneliti sastra dari Jepang yang sedang riset berbagai komunitas Sastra di tanah air. Miss Siho namanya, ia kandidat Doktor dari Universitas Tokyo yang sangat fasih berbahasa Indonesia dan juga Jawa sekaligus. Banyak di antara kami yang kaget dan malu karena pada saat pertemuan dengan bapak-bapak petani dari desa Purwantoro malam harinya, miss Siho sangat lancar berbahasa Jawa sementara di antara kami malah banyak yang tidak bisa.
Acara juga semakin semarak ketika kami bertemu anak-anak yang lucu-lucu yang begitu antusias mengikuti acara dongeng dan sulap serta pantomim dari kami.
Yang menarik di sessi akhir, salah seorang rekan kami juga mengajarkan tehnik olahraga Yoga. Mulai dari meditasi, latihan fisik dan pelemasannya. Alhasil hari itu kami merasa jadi lebih fresh, dan makin bersemangat menulis dan berkarya. Tak ada pesta yang tak usai, begitu juga acara ini, meski rasa kangen masih menggunung dengan rekan-rekan penulis yang berjauhan. Jarak memang memisahkan, namun hati kami semoga berpadu dalam indahnya persahabatan.
Teruslah berkarya sahabat-sahabatku!
Epri Tsaqib
http://epriabdurrahman.multiply.com*InsyaAlloh acara seperti ini akan diadakan lagi, setidaknya tahun depan ke Malang walau ada juga suara yang menginginkan Jakarta-Bandung naik kereta, jadi tunggu saja ya :)
**Para peserta kali ini : Sigit, Tiur, Epri, Cak Bono, Miss Siho, Poetoet, Nurul, Ari , Aguk, Eko, Ali, Gredy, Yahya, Aby, Anton sama gerbong kereta dan masinisnya deh :D