Blog EntryApa Pengalaman Anda Saat Disemprit Polisi?May 16, '08 12:56 PM
for everyone
Hampir setiap orang yang berkendara di jalan di raya apalagi yang berada di kota besar macam Jakarta pasti pernah mengalami ditilang pak Polisi.

Saya ingin tahu pengalaman-pengalaman anda waktu ditilang polisi, karena sebab apa dan bagaimana anda menyikapinya?

Kalau anda tipikal yang cukup berani meladeni tantangan polisi dengan tidak mau 'berdamai' di tempat alias kasih uang kepada mereka, berapa lama anda mengurus di pengadilan untuk ambil SIM anda misalnya dan berapa biaya dendanya?

Setujukah anda dengan tulisan pada gambar di samping tulisan ini? Bahwa memberi uang kepada mereka adalah juga = pembudayaan korupsi? meski kecil-kecilan?

Terimakasih untuk sharingnya yah.


Salam

Epri Tsaqib

24 CommentsChronological   Reverse   Threaded
seestern2 wrote on May 16
duh, nyebelin banget pas kena tilang di dekat Monas! Padahal gak melanggar marka jalan atau apapun, tapi emang yg salah di mobilnya, plat mobil mati dan gak ada STNK, yang tapi bukan urusanku, karena ada surat izin dari Mabes Polri sendiri ... tapi ... ujung2nya minta duit!! ternyata moral bangsa ini harus diukur dengan uang, ya? ........... *sigh*........

solusi = menjadi benar dan tegas, maksud saya, lebih baik berurusan dengan pengadilan daripada dengan orang2 seperti yang minta disuap itu :)
dewacint4 wrote on May 16, edited on May 16
Pernah....
Waktu itu ga pake helem
trus ga bawa sim

karena buru2 urusan kantor
ketimbang lama2 ngobrol ama tuh polisi
ya udah

DC: "tolong pak, gimana baiknya, saya sedang ada urusan penting dikantor"

Polisi: "gini aja, kita selesaikan disini atau diknator? (pos polisi,red)"

DC: "Disini aja pak"
Polisi: "Untuk kesalahan tak memakai helem Rp,20 Ribu, tak membawa SIM Rp. 20. ribu". Sambil isep rokok

DC: "Baiklah Pak, ini (nyodorin 50 Ribu)." nunggu kembalian
Polisi: "Ya udah, silahkan jalan", lupa ngembaliin 10 ribu
DC: " Pak, kembaliannya", dalam hati berucap, cari masalah nih monyed.

Polisi: "Adik kerja dikantor apa?"
DC: "xxxxxxxx Pak"
Polisi: "Hah....? Koran yg di Jalan xxxxxx itu>?
DC: " Iya pak"
Polisi: "kenapa tidak bilang dari tadi?", dengan wajah manis
DC: "nnnnggg, Maksud bapak?
Polis: " Ah,,sudahlah, nih ambi lagi uangnya, silahkan terus jalan"
DC: "Iya pak. Terima kasih"
Polisi: "Mariiiiii"


BERES
DC
epriabdurrahman wrote on May 16
duh, nyebelin banget pas kena tilang di dekat Monas! Padahal gak melanggar marka jalan atau apapun, tapi emang yg salah di mobilnya, plat mobil mati dan gak ada STNK, yang tapi bukan urusanku, karena ada surat izin dari Mabes Polri sendiri ... tapi ... ujung2nya minta duit!! ternyata moral bangsa ini harus diukur dengan uang, ya? ........... *sigh*........

Kawan saya pernah cerita, dia salah jalur dan diminta polisi minggir. Karena buru-buru dia segera ngeluarin dompet dan milih2 duit puluhan ribu untuk 'mempercepat' proses nyebelin itu.

Waktu dia mendekati Polisi yang mengambil STNKnya, ada satu orang polisi juga yang duduk tak jauh dari kawan saya itu nyeletuk :
"Ngambil duitnya yang gedean dan banyak donk mas..!" katanya sambil tertawa.

Teman saya : "Busyetttttttttttt ...emang niat nih pak Polisi, dasar tak tahu MALU!' [meski dalam hati]

Epri : whuahahahaha...[ngakak ..:D]




epriabdurrahman wrote on May 16
Polisi: "Adik kerja dikantor apa?"
DC: "Metro Riau Pak"
Polisi: "Hah....? Koran yg di Jalan Soekarno Hatta itu>?
DC: " Iya pak"
Polisi: "kenapa tidak bilang dari tadi?", dengan wajah manis
DC: "nnnnggg, Maksud bapak?
Polis: " Ah,,sudahlah, nih ambi lagi uangnya, silahkan terus jalan"
DC: "Iya pak. Terima kasih"
Polisi: "Mariiiiii"


BERES
DC
Bisa jadi resep jitu nih kalau satu saat ngadepin Polisi model begini...[emang ada yang gak kaya gini? pertanyaan grup Naif :D]

tks sharingnya DC :)
dewacint4 wrote on May 16
ada tuh
media dengan polisi kan mitra
biasanya urusan bisa jadi gampang :)

beruntunglah yg punya kartu pers
hiihhihi
sugadiawara wrote on May 16
prinsip saya semua adalah kawan,
jadi kl saya berjabat tangan dengan polisi, apa ada yang salah?
'bukankah polisi sahabat anda?'
(*kadang2 paZ jabat tangan, ada uang yang tak sengaja lengket di tangan, jadi dengan sukarela mereka membantu saya melepaskannya...*)
pecintahujan wrote on May 16
pokoknya, kalau di jalan liat polisi lagi razia atau sekedar berdiri di pinggir jalan, rasanya udah stress banget en trauma. bukan apa-apa, udah apriori duluan soalnya mas ! hehehehe...pernah 2 kali di tilang polisi waktu dibonceng naik motor. pertama, ditilang karena motor masuk ke jalur cepat, padahal emang kita mau putar balik. eh..begitu lagi ditilang, polisi malah nyuruh motor kita dibawa naik lewatin pembatas jalan yang gede buat nyebrang ke tempat dia parkir motornya..whualaaaah..bukannya itu juga sama aja ngelanggar ya? puciiing..
gozakatgo wrote on May 16
assalamu alaikum, Pak Epri..pakabar nih? Dulu ketika jamannya kampanye presidensial saya pernah kena semprit di Lampu merah Tomang, jakBar karena teman yg saya bonceng tidak pakai helm dan saya membiarkan mereka untuk menilang saya, menyita SIM saya dan saya harus ikut sidang di Pengadilan JakBar, Jl. S. Parman, Slipi. Namun ketika hari tgl sidangnya tiba, di depan pintu pengadilan pun saya ditanya oleh seorang petugas yg tidak jelas pakai seragam apa dan apa kerjaannya disitu, saya ditanya hendak kemana dan mau apa? setelah saya jelaskan mereka menawarkan jasa utk tidak usah ikut sidang karena hakimnya tidak ada.
Dasar saya juga masih gak tau apa-apa akhirnya saya serahkan kepada org itu Rp.60 ribu yg kalau ikut sidang juga gak jauh dari itu sekitar Rp.50 ribu tapi harus menunggu sampai sore (ketika itu sy dtg jam 9 pg). Selang tidak lebih 5 menit dia kembali dan membawa SIM saya setelah saya tunjukkan KTP dan STNK saya.
Gimana tuh kalau gini...kayaknya sangat susah budayanya.. karena menurut saya jika ikut sidang pun saya ga tau tuh bener ga lama atau juga "UUD"... :)
bhell wrote on May 16
kalo ngliat razia di jalan...???
wah wah... trauma n strezz yg mendalam.. wlapun smua surat2 lengkap juga kaga ngaruh..
--
coz critaNy, wktu 1thnAn yg lalu,,
pernah di Stop n Di tilang 4x dalam 1 minggu lohh..
--
trz saking strezNy pernah juga nerobos barikade polisi, hehehehe..
n dapet oleh2 bogem mentah (ehmm, untungNy yg kena tangan pacar bhell, xixixixixixi) ampe biru bin ungu..
--
hah... kalo dulu motorNy ad Rudal, dah di Bom duluan x tuh..
bodo deh kena DPO juga.
--
skarang sih udah jadi orang baik2,, :D
alineabaru02 wrote on May 16
jangan mau damai di tempat, biar aja kena tilang dan ikut sidang.
keenakan polisinya klo kita damai di tempat .... ah polisi gak ada harganya. hehhehe
elbintang wrote on May 17
3 kali kena tilang
# melanggar marka jalan *nggak liat lho kalu ada tanda larangan untuk berbelok di situ, biasanya nggak ada* -- sidang. 10 hari setelah saat di tilang. bayar denda dan sidangnya 20 rb

# tidak bawa sim *sidang ditempat* --> *lucunya ini kejadiannya pas saya mau wawancara pihak kepolisian untuk skripsi *sidang di tempat, nggak taunya yang bawa motornya malah lupa bawa sim :)) *sidang ditempat ini, kita membayar denda pada pihak bank*

# tidak bawa sim-stnk dan yang bonceng tidak pake helm--> bayar denda sesuai keputusan pemda setempat *kab Malang*
stnk 40, sim 35, tidak pake helm 25 ---> tapi tetep aja bingunng, bagaimana caranya pihak kepolisian bisa mengaudit pembayaran denda yang seperti ini? *temen yang mbonceng maksa bayar ditempat kerna mengejar jadwal yudisium-motornya punya dia :D*
---------------------------------------
sampai saat ini masih bingung bagaimana pertanggungjawaban keuangan yang diperoleh dari denda oleh pihak kepolisian.
kalau bayar ditempat sesuai peraturan, pihak kepolisian emang menuliskan dilembar denda, tapi kitakan tidak diberikan tanda terima telah membayar denda. hum!

epriabdurrahman wrote on May 18
media dengan polisi kan mitra
biasanya urusan bisa jadi gampang :)

beruntunglah yg punya kartu pers
hiihhihi
aku pesen KARTU PERS nya DONK ...hehehehe, bayarnya berapa? Yang jelas ini namanya suap untuk menghadapi tukang suap berikutnya ...kekekekk
epriabdurrahman wrote on May 18
'bukankah polisi sahabat anda?'
(*kadang2 paZ jabat tangan, ada uang yang tak sengaja lengket di tangan, jadi dengan sukarela mereka membantu saya melepaskannya...*)
betul sekali anda,

sebagai 'sahabat' mereka memang rajin sekali menunggui kita di persimpangan yang sepi, menanti-nanti kalau kita berbuat salah dan dengan 'lihai' menggiring kita untuk menjabat tangannya yang suka dan rela bila lembarannya cukup besar,

sebaliknya agak 'cembe[tut] kata istri saya kalau 'kepelannya' tak sesuai...hehehe

maaf pak pol...saya percaya tentu tdk semua seperti itu. ^_^

epriabdurrahman wrote on May 18
eh..begitu lagi ditilang, polisi malah nyuruh motor kita dibawa naik lewatin pembatas jalan yang gede buat nyebrang ke tempat dia parkir motornya..whualaaaah..bukannya itu juga sama aja ngelanggar ya? puciiing..
Nah ini namanya doble 'keteladanan' mbak....

kadang2 dunia memang tidak adil bukan :D

gubrak.com lah pokoknya ...
rumahakal wrote on May 18
Mungkin pengalaman saya ini bisa diambil contoh untuk para polisi Indonesia. Ketika saya tersesat di Tokyo, tepatnya di wilayah Akihabara (tempat jualan elektronik murah2 boooo), dan bingung mau kembali ke Yokohama... gak tau stasiun kereta apinya kok hilang... alias saya lupa jalannya. Karena bingung, saya beranikan diri tanya ke polisi muda yg sedang berada di atas sepeda di pinggir jalan. Saya tanya di mana stasiun kereta api yg ada jurusan ke Yokohama?

Polisi muda itu balik tanya, "OK, mau saya jelasin pake bhs Jepang atau Inggris?" "Ah, inggris aja deh!" kata saya. Polisi itu menjelaskan pake bhs Inggris... duh Gusti... saya tetep gak mudeng!

Ngeliat saya gak ngerti2 juga, sang polisi muda itu lalu panggil temannya via HT. Gak lama dateng polisi lain pake mobil patroli. Setelah berbincang sejenak akhirnya saya dianterkan dng mobil polisi ke stasiun kereta api. Dan bukan itu saja.... sesampainya di stasiun saya dianter sampe ke loket penjualan karcis mesin dan dikasih tau cara penggunaannya (training singkat neh!).

Akhirnya saya sampai di Yokohama dengan selamat dan bisa tidur nyenyak di asrama. Duh Gusti.... alangkah nyaman dan amannya negriku jika polisinya seperti di Tokyo! Ah, dasar mimpi.... kita kan emang hidup di Republik Mimpi.

Salam
Bekti Hermawan
epriabdurrahman wrote on May 18
Gimana tuh kalau gini...kayaknya sangat susah budayanya.. karena menurut saya jika ikut sidang pun saya ga tau tuh bener ga lama atau juga "UUD"... :)
ini namanya spt makan buah simalakama, nyuap salah gak nyuap ujung-ujungnya harus nyuap juga...wuihhh bener-bener ironis, mudah-mudahan YTH. Bapak Kapolda NGem-PE juga ya biar tahu bahwa yang begini masih terjadi di jajarannya!!

ayo siapa mau bantu forward keluhan rakyat kecil ini?????
epriabdurrahman wrote on May 20
bhell said
trz saking strezNy pernah juga nerobos barikade polisi, hehehehe..
n dapet oleh2 bogem mentah (ehmm, untungNy yg kena tangan pacar bhell, xixixixixixi) ampe biru bin ungu..
--
hah... kalo dulu motorNy ad Rudal, dah di Bom duluan x tuh..
bodo deh kena DPO juga.
--
skarang sih udah jadi orang baik2,, :D
Ikut seneng ada nambah orang2 baik ..:)
epriabdurrahman wrote on May 20
jangan mau damai di tempat, biar aja kena tilang dan ikut sidang.
keenakan polisinya klo kita damai di tempat .... ah polisi gak ada harganya. hehhehe
Yang begini masih jarang di Jakarta :D

salut, layak dicontoh! :)
epriabdurrahman wrote on May 20
Akhirnya saya sampai di Yokohama dengan selamat dan bisa tidur nyenyak di asrama. Duh Gusti.... alangkah nyaman dan amannya negriku jika polisinya seperti di Tokyo! Ah, dasar mimpi.... kita kan emang hidup di Republik Mimpi.
Silahkan bangun cepet2 ...Realitas memang tak seindah impian, tapi tak akan berubah kalau kita tak ikut berbuat sesuatu...Pilih mana?

tks for sharing kang Bekti :)
isramiraj wrote on May 20
Di ujung jalan Rasuna Said dekat hotel Gran Melia ada jalan terbuka untuk masuk dari jalur lambat ke jalur cepat, namun kalau tidak tahu, dikira jalan untuk masuk ke jalur lambat, dan akupun pernah melakukannya, akupun masuk dari jalur cepat ke jalur lambat, beberapa meter, priiiiit lah berbunyi, saat itu sudah jam 19.30 - 20.00, aku tidak mau turun, aku berikan SIM ku kepada pak pol, nggak berapa lama dibalikin lagi dan disuruh jalan, looooh, kenapa ya, ooooo, aku mencoba jawab sendiri, waah pak pol males berurusan dengan ibuk-ibuk hampir 50 tahun, Alhamdulillah, akhirnya aku tidak jadi ditilang.
epriabdurrahman wrote on May 20
Alhamdulillah...mungkin satu saat kalo disemprit pak pol aku pake konde aja kali ya biar gak ditilang hehehe ...tks for sharing :)
isramiraj wrote on May 21
waaah bukan konde masalahnya, tapi pak pol lihat data yang tertera di SIM, wah kelahiran hampir 50 tahun yang lalu, males juga urusannya, hik hik hik
epriabdurrahman wrote on May 21
hihihi...mgkn aku perlu operasi plastik dulu kali ya biar pak polnya kasian sama saya :D
cintaanakyatim wrote on Jul 2
jujur...tobat ana di pimpong selama sepekan hanya untuk ngurus surat2....jd sekarang mah bayar dijalan aja, coz dosanya mereka yg tanggung kalo korupsi..baiknya dlm lembaran uang kertas ditulis "Korupsi...Tuhan tahu!!!"
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Modified from Mediterranean by John Whittet.
Originally on the CSS Zen Garden.
Used and Modified with permission from the author.