
Kemana Kau Pergi Saat Kesepian Mencegatmu?
: ke rumahMU
Terus saja kau tangkap dingin
harihari yang tanggal
sisakan tangistangis
sepersekiannya adalah
sungging ujung bibir
lalu jejak diari yang
tercecer oleh himpitan,
perjalanan, lompatan,
penundaanpenundaan dan
berbaris luka
Untuk apa?
: sekedar mencatat
sekedar mengurai resahresah
lalu terlempar lagi
ke kolamkolam hening
Meski Senin dan Minggu selalu berhasil
menyalipmu di tikungan? Dan kau selalu
terengahengah antara Desember dan Januari?
Untuk apa?
mengungsikan sepi denganMU
menggarisbawahi tandatanda
: izinkan aku terus bertandang Tuan
Epri Tsaqib, 2007