| Start: | May 21, '08 05:00a |
| End: | Jun 23, '08 |
| Location: | deeyand_1009@yahoo.com |
Assalamu'alaikum wr. wb.
Masih dalam rangka Silaturahmi Nasional FLP, masih dalam rangka pengumpulan dana, masih dalam tradisi "Antologi Cinta" yang telah ada sejak hampir 10 tahun lalu... Bersama ini kami mengharap partisipasi dan kontribusi rekan-rekan anggota FLP dan para simpatisan FLP dalam bentuk menyumbang karya untuk Antologi Cinta akan kami terbitkan.
Alhamdulillah, Penerbit Indiva bersedia menerbitkan 2 buah buku, yang akan dibeli putus. Adapun tema 2 buku tersebut:
1. Problem solving
Setiap kita pasti pernah mengalami kesulitan dalam hidup, baik ringan maupun berat. Ada kalanya kita merasa tak sanggup menghadapi kesulitan tersebut, namun hidup harus terus berjalan, dan kita harus "berhadapan" dengan kesulitan-kesulitan tersebut.
Tulisan berbentuk non fiksi, ditulis dengan gaya chicken soup for the soul (lucu juga boleh asal tetap berhikmah ;)). Isinya:
- Kesulitan apa yang pernah dihadapi.
- Bagaimana menghadapi kesulitan tersebut, mendapatkan solusi/pemecahan
- Hikmah/pencerahan yang didapat
- Tips-tips dalam menghadapi kesulitan dalam hidup
Panjang tulisan: 4-8 halaman ketik 1 1/2 spasi (6.000 - 8.500 karakter/with spaces).
2. Surat Cinta untuk Pasangan
Khusus buku ini, kami harap yang menulis adalah yang telah menikah. Gaya penulisan seperti surat. Berisi: curahan cinta dari istri kepada suami atau suami kepada istri (isinya bisa berbagai hal). Boleh lucu atau sedih, tragis, mengharu biru :)
Panjang tulisan: 4-7 halaman ketik 1 1/2 spasi (6.000 - 8.000 karakter/with spaces).
* Tulisan dikirim ke: deeyand_1009@yahoo.com, diberi subjek "Antologi Cinta - Silnas 2008".
** Ditunggu maksimal tanggal 23 Juni 2008
*** Semua tulisan yang masuk akan diseleksi terlebih dahulu ya.
Yuuuk, kirim. DITUNGGU YA!
Insya Allah menyusul beberapa penerbit lain, temanya sedang ditentukan.
Salam,
Panitia
=========
Berikut tulisan Mbak Helvy TR tentang Antologi Cinta:
Tradisi Itu Bernama Antologi Cinta
Bermula saat Helvy Tiana Rosa mengenal Gola Gong (Penulis yang terkenal dengan “Balada si Roy” di majalah Hai). Mereka berkolaborasi dalam buku berjudul Nyanyian Perjalanan (Syaamil Cipta Media, 2000). Separuh honor buku itu diberikan buat anak-anak jalanan.
Teman-teman perempuan pengarang dari FLP Aceh yang berusia di bawah 27 tahun melakukan hal yang jauh melebihi itu. Mereka membuat buku bersama dengan judul: Doa untuk Sebuah Negeri (Syaamil Cipta Media, 2000). Seluruh royalti yang mereka terima, mereka sumbangkan bagi para janda korban DOM, juga untuk membangun kegiatan sosial FLP di Nanggroe Aceh Darussalam.
Lalu tahun 2000, ketika pengurus Forum Lingkar Pena mendengar kabar tentang Pipiet Senja, serang penulis prolifik yang sakit-sakitan, lahirlah antologi cinta berikutnya di FLP, berjudul Ketika Duka Tersenyum (FBA Press, 2001). Waktu itu belasan penulis menyumbangkan cerpen mereka. Seluruh hasil penjualan buku dibayar di muka dan semua dipersembahkan untuk Pipiet Senja yang waktu itu akan menjalani operasi.
Berlanjut saat Ibnu HS, yang kala itu menjadi Ketua FLP Kalimantan Barat, menginformasikan bahwa seorang sastrawan nasional yang pernah dipuji HB Jassin tahun 1950-an kini hidup dengan cukup memprihatinkan. Yusakh Ananda yang sudah berusia 65 tahun itu harus menyambung hidup dengan berjualan es di depan sebuah SD negeri. Kami di FLP perih sekali mendengarnya. Yusakh Ananda seorang sastrawan terkemuka, mengapa tak ada yang memperhatikannya dengan pantas bahkan di daerahnya sendiri?
Teman-teman FLP sepakat untuk lagi lagi membuat buku "keroyokan". Belasan orang kembali menyumbangkan cerpen mereka dalam Cermin dan Malam Ganjil (FBA Press, 2002). Uang itu pun dibawa Ibnu ke Pontianak untuk modal usaha Pak Yusakh. Alhamdulillah. Memang tak seberapa. Tapi ada bahagia yang bertebaran.
Bersamaan dengan itu, Palestina semakin bergolak. Para pengarang FLP di berbagai kota, termasuk yang sedang kuliah di Mesir sepakat membuat antologi bersama yang akan dipersembahkan untuk Palestina. Melalui Mer-C, royalti yang berjumlah 8 juta rupiah dari antologi Merah di Jenin (FBA Press, 2002) itu, kami sumbangkan untuk dibawa ke Palestina. Cinta yang besar dalam uang yang mungkin sangat tak seberapa.
"Antologi cinta" akhirnya menjadi tradisi di Forum Lingkar Pena--organisasi kepenulisan yang berdiri tahun 1997 ini. Cinta menjadi dasar para pengurus dan anggota untuk menyumbang. Dan ketika uang kami terbatas, kami tak lagi menyumbang dengan uang. Kami menyumbang dengan cerpen.
Suatu hari, sampailah kabar duka cita itu. Agustrijanto, pengarang muda berbakat dari FLP Bandung, ditinggal wafat oleh sang istri ketika istrinya tersebut melahirkan anak mereka. Sang anak yang tak beribu pun masih mempunyai sangkutan sekian belas juta rupiah di rumah sakit. Agustrijanto tak pernah meminta FLP membantunya. Atas inisiatif sendiri, teman-teman di FLP menyumbangkan belasan cerpen mereka dalam antologi: Sahabat Pelangi (Lingkar Pena Publishing House, 2005) dan 17 Tahun (FBA Press, 2005), untuk mendapatkan dana belasan juta rupiah.
Begitulah tradisi di FLP. Tak cuma untuk menolong seseorang atau masyarakat. Untuk menolong FLP sendiri kerap dibuat antologi bersama ini. Milad FLP ke 5 dan seterusnya, ada antologi milad. Inilah antologi sumbangan para anggota FLP, agar milad bisa berlangsung. Untuk Musyawarah Nasional I dan milad 8 FLP kemarin misalnya, teman-teman juga membuat beberapa antologi cinta. Beberapa antologi cinta untuk FLP adalah: Luka Telah Menyapa Cinta (FBA Press, 2002), Ketika Cinta Menemukanmu (Gema Insani Press, 2005), I Love You SoMad (Lingkar Pena Publishing House, 2005), Blind Date (Cakrawala Publishing, 2005), Ujilah Cinta Itu (FBA Press, 2005).
Saat tsunami melanda, teman-teman FLP berhasil membuat 5 buku antologi cinta bekerjasama dengan banyak penerbit. Uang royalti sekitar 40 juta, Januari-Februari 2005 langsung disumbangkan untuk korban tsunami Aceh. Padahal bukunya baru terbit setelah itu. Alhamdulillah, FLP bisa menjalin persahabatan juga dengan kawan kawan penerbit yang selalu percaya pada kami. Kelima antologi itu: Perempuan Bermata Lembut (FBA Press, 2005), Addicted 2U (Lingkar Pena Publishing House, 2005), Jendela Cinta (Gema Insani Press, 2005), Menyisir Rindu (Cakrawala Publishing, 2005) dan Surat Buat Abang (Senayan Abadi, 2005)).
Di luar itu ada juga antologi FLP Aceh sendiri: Hati yang Terpisah (Syaamil Cipta Media, 2005). Antologi ini ditulis bersama oleh enam anggota FLP Aceh sebelum tsunami. Tiga di antara mereka meninggal karena keganasan tsunami.
Tradisi berlanjut saat FLP mendengar Gito Rollies, seorang musisi yang memiliki kepeduliaan pada Kampanye embaca FLP, menderita sakit. Antologi Badman Bidin (Lingkar Pena Publishing House, 2005) pun hadir dan sedikit membantu pengobatan Kang Gito, begitu biasa beliau dipanggil.
Rumah Cahaya (Baca dan Hasilkan Karya) yang FLP dirikan di berbagai kota juga membutuhkan dana untuk pengembangannya. Lagi-lagi anggota FLP gotong royong menyumbang cerpen yang dibukukan dalam The Story of Jomblo (Lingkar Pena Publishing House, 2004) dan Suami Impian (Lingkar Pena Publishing House, 2006).